Suarindonesia – Pihak Polda Kalsel ramai-ramai bergeut dengan sampah Selasa (19/2).
Tak hanya Polda Kalsel, namun juga sama serntak dilakukan seluruh ke wilayah Polres-polres dengan masing-masing tentukan lokasinya.
Semua tak lain dalam kaitan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019.

“Ya, kerja bakti personel Polda Kalsel ini dalam rangka memperingati HPSN yang diperingati setiap tanggal 21 Februari,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani.
Saat itu, area tempat pembuangan sampah sementara di dekat Pasar Kuripan Banjarmasin, yang `dikeroyok’ (dibersihkan,red).
Itu diikuti sejumlah pejabat utama dan personel Polda Kalsel dengan membersihkan sampah yang berserakan untuk dimasukkan ke bak truk penampungan.
Kapolda begitu semangat memimpin aksi bersih-bersih dengan menggunakan sekop dan sapu lidi hingga areal tersebut jadi bersih dari sampah dan truk siap berangkat menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih di Banjarmasin Selatan.
Pada bagian lain kapolda mengatakan, momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional harus bisa menggugah kesadaran masyarakat agar dapat menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
“Kami mengajak masyarakat peduli kesehatan yang dimulai dari hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Aksi bersih-bersih sampah juga di Banjarmasin dilakukan jajaran Polresta Banjarmasin.
Bersama selain di Pasar Kuripan, anggota juga disebar di Pasar A Yani dan Pasar Sudimampir maupun Pasar Lama.
Direncanakan juga berlanjut dengan menyasar kawasan sungai yang ada di Kota Banjarmasin pada Rabu ini (20/2).
Selin itu juga dibarengi kegiatan Keslap cuci tangan dengan cairan antiseptik.
Diketahui, HPSN pertama kali ditetapkan pada tahun 2005 tepat setelah terjadinya tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari.
Adanya insiden tersebut menjadi pemicu untuk dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional hingga ditarget supaya Indonesia dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.
Sejumlah elemen masyarakat memperingati HPSN dengan beragam cara melalui aksi nyata seperti kerja bakti, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.
Dengan adanya HPSN, diharapkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sampah semakin meningkat.
“Sampah plastik yang sulit terurai hingga menumpuk di satu tempat seperti drainase hingga mengganggu sanitasi dapat mengganggu kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya” tambah kapolda. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















