Polda Tak Tahan, Kejati yang Jebloskan Tersangka Ambruknya Jembatan Mandastana ke Lapas

Polda Tak Tahan, Kejati yang Jebloskan Tersangka Ambruknya Jembatan Mandastana ke Lapas

Suarindonesia – Rusman Adji selaku kontraktor jembatan, dan Yudi Usmani sebagai konsultan atau pengawas, akhirnya, Rabu (6/2) siang , berserta barang bukti oleh penyidik Dit Reskrimus diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel).

Dan selanjutnya ditangani pihak Kejari Marabahan, untuk persidangan nantinya.

 

Namun, menunggu itu, kedua tersangka digiring dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin, sebagai titipan sementara dari pihak kejaksaan.

Sebelumnya, kedua tersangka selama dalam proses di Dit Reskrimus, tidak dilakukan penahanan.

Saat ini tersangka yang bertanggung jawab terhadap ambruknya jembatan Mandastana di Kabupaten Barito Kuala, 17 Agustus 2017 silam.

“Itu setelah dilakukan pemeriksan kesehatan keduanya. Pengacaranya memang ada telah mengajukan perhomohan penanguhan penahanan, tapi masih dalam proses.

Meski hanya dua tersangka, tidak  menutup kemungkinan ada penambahan tersangka baru,’’ kata Kasi Penuntutan Aspidsus Kejati Kalsel, Hadi Riyanto SH MH didampingi Kasi Pidsus Kejari Marabahan, Satrio, kepada awak media.

Penahan itu, selama 20 hari ke depan dengan alasan agar tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan lainnya.

Akibat perbuatan tersangka, kerugian negara mencapai kurang lebih Rp16,3 miliar.

“Kita juga satu berkas Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) dari pihak eksekutif. Ya, ditunggu bagaimana nanti apakah ada tersangka baru lagi,’’ ujarnya menambahkan.

Berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan fakta kekurangan volume pekerjaan tiang pancang dan mutu dari pondasi jembatan pada pilar tiga, terjadi runtuh (failure). Pada abudment 1, dan 2 serta pilar 4 dinyatakan tidak aman untuk kondisi ideal layaknya jembatan.

Tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ke-1 KUHP. Penyidik turut memintai keterangan 32 saksi dan tiga orang ahli.

Ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Sementara denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp1 miliar. (ZI)

 278 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: