PKS Pertanyakan Strategi Pemprov Kalsel Ratakan Pertumbuhan Ekonomi

- Penulis

Rabu, 7 November 2018 - 18:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan strategi jitu dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memeratakan pertumbuhan ekonomi Kalsel pada Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) 2019.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Riswandi mengungkapkan ihwal pihaknya mempertanyakan apakah ada strategi yang ampuh untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan? Karena melihat kebijakan anggaran ini belum bisa mencerminkan fokus prioritas pembangunan Kalsel tahun 2019.

“Progres pergerakannya seperti apa? Kami khawatir, kita bisa bergerak, tapi belum bisa menyelesaikannya,” ungkapnya, Rabu (7/11/2018).

Riswandi mengatakan dengan menyusun prioritas pembangunan dari visi misi kepala daerah yang termasuk dalam RPJMD, maka usaha yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan, peningkatan penyerapan anggaran serta upaya dalam meminimalisir belanja yang tidak prioritas bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Apalagi menurutnya, pergeseran sektor prioritas dari sektor pertambangan ke sektor utama non tambang yang meliputi pariwisata, kedaulatan pangan, hilirisasi industri serta perdagangan dan jasa juga harus jelas terlihat di APBD 2019 Kalimantan Selatan.

Ia menegaskan pada tahun anggaran 2019 diharapkan agar pemerintah provinsi sudah bisa meluruskan anggaran terkait dengan visi misi kepala daerah dengan memperhatikan progresivitas pencapaiannya, sehingga pencapaian visi misi bisa terukur secara kuantitatif.

Baca Juga :   PETUGAS KEBERSIHAN Jalanan di Pasar Baru Banjarmasin Tenggelam di Sungai Martapura

Riswandi merincikan target yang ingin dicapai pada tahun 2019 terkait indeks pembangunan manusia menjadi 70,75%, angka pengangguran 4,25% hingga 4,20%, pertumbuhan ekonomi 5,4% hingga 5,8%. Selanjutnya Angka kemiskinan 4, 25% hingga 4,05%, indeks gini 0,296%, indeks kualitas lingkungan hidup 61% tingkat pertumbuhan penduduk 1,56%. semuanya harus diperhatikan dengan baik jangan sampai anggaran yang dikeluarkan tidak seimbang dengan peningkatan indikator pembangunan tersebut,” ujarnya.

Walau demikian, Ia mengatakan ihwal penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2019 sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan sesuai dengan tema “Pembangunan RKPD tahun 2019 yakni bergerak maju pertumbuhan ekonomi yang merata untuk Kalsel kapan”. “Kami tetap mengapresiasi peningkatan pendapatan dan juga efisiensi yang dilakukan pada tahun anggaran 2019,” pungkasnya.
(BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru