Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Pejabat Badan Restorasi Gambut (BRG) Aloe Dohong (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan/Hesti Rika)
SuarIndonesia – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan bahwa kebijakan pengadaan jabatan wakil menteri (wamen) dalam Kabinet Indonesia Maju tak sesuai dengan reformasi birokrasi.
Selain itu, Mardani juga menganggap pengadaan wakil menteri berpotensi mengganggu keharmonisan di kementerian terkait lantaran menjadi ada dua pimpinan.
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sudah mengumumkan 12 wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10).
“Bukan hanya tidak sesuai dengan reformasi birokrasi, tapi juga berpeluang mengganggu harmoni karena ada dua matahari kembar, plus membuat atmosfer tidak sehat,” tuturnya melalui pesan singkat, Jumat (25/10).
Menurut Mardani, pemerintah tidak boleh menyelesaikan sebuah masalah dengan memunculkan masalah baru.
“Mesti dihitung ulang manfaat dan mudaratnya,” kata Mardani.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menunjuk Deputi Bidang Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG) Alue Dohong sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada Jumat (25/10).
Usai bertemu Jokowi, Alue menuturkan ia dan presiden banyak berdiskusi masalah kehutanan dan juga rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur.
“Kami banyak berdiskusi masalah kehutanan, kita juga berdiskusi tentang ibu kota negara baru di Kaltim. Berdasarkan arahan bapak presiden kemungkinan (saya ditunjuk sebagai wakil menteri) LHK,” kata Alue kepada wartawan di Istana.
Dalam kesempatan itu, Alue mengklaim bahwa ia merupakan anak suku dayak pertama yang menjabat dalam kabinet pemerintahan.
“Dalam sejarah Indonesia merdeka, ini orang dayak pertama di kabinet. Jadi saya yakin kalo takdir jadi wakil menteri, ini jadi kebahagiaan suku dayak di Kalimantan,” papar Alue.
Alue merupakan akademisi yang memang telah lama bergelut dalam bidang pengelolaan lahan basah atau lahan gambut.
Sebelum berkiprah di BRG, Alue mendirikan Lembaga Pengkajian, Pendidikan, dan Pelatihan Lingkungan Hidup (LP3LH) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Alue sempat terlibat dalam merestorasi lahan gambut di provinsi tersebut.
Selain bekerja di BRG, ia juga mengajar Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Universitas Palangkaraya
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengumumkan 12 wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10). Mereka mengumumkan seraya duduk di tangga bersama dengan para wakil menteri yang dikenalkan kepada publik.
Sebelum diumumkan, 12 orang tersebut sempat dipanggil terlebih dahulu pada Jumat pagi. Mereka datang memakai kemeja putih dan celana hitam.
Setelan serupa dipakai juga oleh menteri ketika dipanggil Jokowi ke Istana Negara, Jakarta beberapa waktu lalu.
Berikut daftar wakil menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru saja diumumkan.
1. Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar
2. Wakil Menteri Pertahanan: Wahyu Sakti Trenggono
3. Wakil Menteri Agama: Zainut Tauhid Sa’adi
4. Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara
5. Wakil Menteri Perdagangan: Jerry Sambuaga
6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: John Wempi Wetimpo
7. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Alue Dohong
8. Wakil Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Budi Arie Setiadi
9. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN: Surya Tjandra
10. Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmodjo
11. Wakil Menteri BUMN: Budi Gunadi Sadikin
12. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo.
(CNNIndonesia/RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















