PERLU PEMBENAHAN, Gedung BBPPKS Sebelum Jadi Lokasi Isoter OTG

- Penulis

Kamis, 12 Agustus 2021 - 23:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjrmasin milik Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang bakal dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) ini masih memerlukan banyak pembenahan, baik dalam aspek infrastruktur dan kebersihan.

Pasalnya, dari pantauan Kalimantan Post pada Kamis (12/08/2021) pagi, lokasi yang bakal dijadikan warga terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala di Jalan Batu Besar, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu terlihat kotor.

Bahkan plafon atap wisma yang bakal dihuni warga OTG (Orang Tanpa Gejala) itu pun ada yang terlihat berlubang, patah dan ada kayu lapuk yang jatuh ke lantai.

Alhasil, kondisi tersebut langsung menjadi catatan yang harus dibenahi sebelum resmi digunakan sebagai empat isoter. Sehingga gedung tersebut seakan terlihat tak terawat.

 

 

PERLU PEMBENAHAN, Gedung BBPPKS Sebelum Jadi Lokasi Isoter OTG (2)

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi yang saat itu melakukan pemantauan langsung didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD dan perwakilan Dinsos setempat di lokasi melihat kondisi tersebut.

“Ada beberapa hal yang perlu disiapkan secara matang. Seperti membersihkan kamar dan lantai yang selama ini kurang terawat. Kita perlu cleaning service yang jumlahnya lumayan untuk membenahi ini semua,” ucap Machli saat dibincangi awak media, usai meninjau BBPPKS Banjarmasin.

Kendati demikian, Machli mengklaim, lokasi tersebut sangat representatif untuk dijadikan sebagai rumah sehat karantina bagi warga Isoman yang tidak memiliki gejala.

Pasalnya, ia menilai di sana sudah tersedia sebanyak 80 kamar, yang nantinya bisa ditempati warga Isoman.

Karena itu, Machli mengaku bahwa pihaknya terlebih dulu juga akan menghitung berapa Tenaga Kesehatan (Nakes) yang perlu disiapkan untuk merawat warga yang menjalani isolasi.

“Tidak ada pemasangan infus di BBPPKS. Tapi di sini akan kita sediakan oksigen konsentrator untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi warga yang memburuk,” pungkasnya.

Baca Juga :   KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Lantas, bagaimana kriteria warga yang bisa menjalani karantina di tempat isoter tersebut?

Terkait hal itu, Machli menjelaskan, bahwa warga yang bisa dirawat di lokasi isoter ini adalah warga yang memang benar-benar terpapar Covid-19 yang tak bergejala sesuai dengan hasil pemeriksaan.

Kemudian rumah warga yang bersangkutan, tidak memadai untuk melakukan isolasi mandiri. Seperti ada anggota keluarga yang berusia renta atau ada balita.

“Karena kalau kondisinya seperti itu, tidak memungkinkan bagi yang terkonfirmasi positif ini melakukan isoman (isolasi mandiri) di rumah,” ujarnya

Lalu, bagaimana cara warga yang ingin mengisolasikan diri ke sana?

“Warga bisa lapor dulu ke puskesmas sesuai domisili tempat tinggal. Lalu puskesmas akan memfasilitasi untuk mengantar warga itu ke BBPPKS,” imbuh Machli.

Lantas, bagaimana dengan warga sekitar? apakah mereka sudah menyetujui dengan rencana Isoter di lingkungan mereka. Terkait hal itu, Machli mengaku akan segera mengkomunikasikannya.

Machli menjamin, tidak akan terjadi penularan Covid-19 ke masyarakat, setelah BBPPKS ini nantinya resmi dijadikan sebagai Isoter.

“Segera kita komunikasikan bersama Camat dan Lurah. Karena situasinya dalam keadaan darurat, kita berharap ada dukungan dari masyarakat. Apalagi yang diantar ke BBPPKS hanya orang yang tidak bergejala, bukan merawat orang sakit,” tandasnya.

Ia menargetkan, BBPPKS ini sudah bisa digunakan paling lambat dalam 10 hari ke depan. Karena dalam hal ini, pihaknya harus menghitung anggaran yang diperlukan.

“Kita lihat dulu kemampuan keuangan daerah. Kalau biayanya besar akan kita cari solusinya,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api
KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi
MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur
KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Senin, 7 September 2026 - 00:06

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Minggu, 6 September 2026 - 20:13

KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Foto ilustrasi modifikasi cuaca. (si/ut/gemini.ai)

Kalteng

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 Sep 2026 - 22:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca