Suarindonesia – Rencana penerapan sistem satu arah di Jalan Cemara dan Adhyaksa, akibat ditutupnya arus lalu lintas di atas jembatan Alalak I Banjarmasin Utara terpaksa tertunda dari jadwal yang ditentukan sebelumnya yaitu pada tanggal 25 Februari, karena terkendala teknis di lapangan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan terdapat beberapa kendala teknis di lapangan yang menyebabkan tertundanya penutupan arus lalu lintas di Jembatan Alalak I dan sistem satu arah di Jalan Adhyaksa dan Cemara.
“Sampai saat ini pihak Dinas Perhubungan masih belum bisa menerapkan sistem satu arah akibat belum ditutupnya arus lalin jembatan Alalak I karena terkendala teknis,” ucap Ichwan melalui telpon seluler di sela sela melaksanakan ibadah umrah, Senin (25/2).
Adapun kendala teknis yang menyebabkan tertundanya penutupan Arus lalu lintas di atas Jembatan Alalak I, Ichwan mengaku tidak mengetahui persis karena bukan wewenangnya melainkan wewenang bagian Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI.
Selanjutnya Suarindonesia melakukan konfirmasi ke BBPJN, PPK Jembatan Alalak I, Andika mengkonfirmasi bahwa kendala teknis yang dialami kontraktor adalah masih ada instalasi PLN, PDAM dan Telkom yang masih terpasang kokoh di kawasan proyek renovasi jembatan Alalak I.
“Ya rencana penutupan jembatan Alalak 1 tertunda karena belum tuntasnya relokasi utilitas PLN, PDAM Bandarmasih, dan Telkom. Kami sudah memberi batas waktu sampai tanggal 23 Februari kemarin, namun belum ada progres yg signifikan di lapangan,” terang Andika.
Kemudian Andika memaparkan hasil rapat koordinasi pada hari Jumat tanggal 22 Februari kemarelin bersama TP4D yang terdiri dari Kejati, kepolisian, dishub, dan instansi terkait diputuskan apabila dalam akhir bulan belum juga tuntas relokasi, maka dari tim TP4D dan kepolisian siap bantu untuk mediasinya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















