SuarIndonesia – Penguatan kemitraan dari hulu- ke hilir dalam meningkatkan ketahanan pangan. Mayoritas pelaku usaha pangan nasional adalah petani, nelayan dan peternak skala kecil.
Tidak salah, namun pengelolaannya haruslah bersama-sama dalam skala ekonomi dan terhubung ke dalam ekosistem kemitraan hulu-hilir.
Dengan begitu urusan pangan di Tanah Air menjadi lebih terencana dan menarik bagi generasi muda.
Praktik baik ini telah dimulai oleh sejumlah koperasi petani-nelayan, oleh perguruan tinggi ataubahkan sektor swasta di Indonesia.
Selanjutnya perlu kolaborasi untuk meluaskan manfaatnya.”Pekerjaan di sektor pertanian dilakukan dari hulu ke hilir, tidak hanya di satu sisi saja.
Hal itu perlu dilakukan mengingat sektor pertanian memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi.
Baik dalam kontribusi ekspornya maupun kontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Ir Pangeran Khairul Saleh, MM dalam kunjungan pada masa reses ke Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel) 1, Senin (2/6/2025)
”Sektor pertanian juga berkontribusi dalam penyediaan pangan functional food yang sangat penting bagi sebuah bangsa.
Karena dari pangan lah dapat mendorong tingkat kesehatan yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas bangsa dan negara kita,” tambah Pangeran Khairul Saleh, Anggota Komisi XIII DPR RI.
Pangeran Khairul Saleh dalam kunjungannya berkomitmen untuk mendukung penguatan pangan dari hulu ke hilir.
Bersama dengan mitra Komisi XIII yaitu Kementrian Hukum menekankan perlunya reformasi regulasi yang mempermudah petani dan pelaku usaha pangan dalam menjalankan aktivitasnya serta memastikan akses masyarakat terhadap pangan sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Kemudian, Pangeran Khairul Saleh menyoroti harga gabah dan beras untuk saat ini tetap stabil di Kalsel, namun sedikit terfluktuasi disebabkan oleh perubahan pasokan.
Sisi lain Pangeran Khairul Saleh menilai TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Terutama di wilayah pedesaan dengan perkebunan kelapa sawit. TBS adalah buah kelapa sawit yang sudah matang dan siap dipanen untuk diolah menjadi minyak kelapa sawit (CPO).
Dan produk turunannya, perkebunan kelapa sawit biasanya dikelola masyarakat lokal, baik secara individu maupun kelompok.
Melalui program plasma atau mandiri. Proses budidaya TBS meliputi penanaman, pemeliharaan, hingga panen yang dilakukan secara berkala.
TBS yang berkualitas baik sangat penting karena akan mempengaruhi produksi minyak sawit. Peningkatan produktivitas TBS sering kali didukung oleh penyuluhan pertanian, bimbingan teknis, serta kerja sama dengan perusahaan besar atau koperasi lokal.
TBS menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga di desa, sehingga perkebunan kelapa sawit berperan penting dalam kesejahteraan ekonomi pedesaan, sekaligus menjadi bagian dari sektor industri perkebunan nasional.
“Ya TBS sawit tetap jadi komoditas unggulan, dengan harga tertinggi nasional. di Kalimantan Selatan dengan pendapatan asli daerah selain batu bara.
Sawit menjadi garda terdepan penghasil bahan mentah minyak. Saya berharap sinergitas antar lembaga dan kementrian terus berjalan dengan baik sehingga mampu mewujudkan penguatan pangan yang berkelanjutan,” tutup Pengeran Khairul Saleh. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















