Suarindonesia – Panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gadang 2 Banjarmasin menerima dua jenis jalur PPDB yakni jalur PPDB Reguler dan Jalur PPDB anak berkebutuhan khusus (ABK) dan diselenggarakan selama dua hari, tanggal 2 dan 3 Mei 2019.
Kepala SDN Gadang 2 yang sekaligus ketua PPDB, Junjung Masari mengatakan PPDB di SDN Gadang 2 dibagi menjadi dua jalur, yaitu reguler dan ABK dengan proses penerimaan yang berbeda diantara kedua jalur tersebut.
Menurut Junjung Masari, proses yang dimulai terlebih dahulu sejak Januari tersebut sebagai upaya mengetahui dan memastikan apakah anak berkebutuhan khusus itu dapat berbaur dengan siswa reguler, sehingga dilakukan pemantauan melalui kerjasama dengan psikolog.
“Kalau untuk penerimaan ABK ini beda dengan jalur reguler, panitia sudah melakukan proses pemantauan sejak bulan Januari ke TK maupun PAUD yang berbasis inklusi. Jadi setelah pemantauan mendapati hasil yang matang, baru bisa didaftarkan ke SD kami,” ucapnya kepada wartawan, Kamis, (02/05/2019).
Khusus untuk kouta ABK, Junjung menyebutkan sebanyak 10% dari total jumlah kouta yang diterima PPDB, yakni sejumlah tiga orang per.lokal. Dan pada SDN gadang 2 terdapat dua lokal yang menerima peserta didik baru dengan total kouta 64 orang siswa baru.
“Total kouta kami kan 64 siswa nantinya, akan tetapi kouta ABK hanya 10% dari itu, jadi sekitar 6 orang saja. Sedangkan yang mendaftar disini sampai hari ini sudah 10 orang, tapi kita terima saja mereka karena syarat mereka juga lengkap dan kami pun masih merasa mampu menghandel sebanyak 10 siswa ini,” katanya.
Kemudian terkait guru bimbing ABK, Junjung mengklaim sudah memiliki 5 guru yang kompeten untuk membimbing sejumlah siswa dari golongan ABK yang terdapat di SDN Gadang 2. “Mereka guru bimbing ini memang menangani di bidang berkebutuhan khusus karena mereka didatangkan dari alumni pendidikan luar biasa,” pungkasnya.(SU)