Pendatang Juluki Banjarmasin Kota Macet

Pendatang Juluki Banjarmasin Kota Macet

Suarindonesia -Sering terjadi kemacetan pada pintu gerbang masuk Kota Banjarmasin di KM 6 memberi image tersendiri pada Banjarmasin sebagai kota macet terkhusus dari warga asal luar Banjarmasin terutama yang berasal dari Hulu Sungai atau Banua Enam.

Sejumlah warga dari HSS yang berprofesi sebagai pedagang pakaian, Atah mengatakan Kota Banjarmasin seperti kota macet karena selalu dihadapkan kemacetan saat hendak masuk Kota Banjarmasin terutama pada pagi dan sore hari serta jam jam sibuk.

“Selalu kena macet, setiap Senin dan Kamis saya ke Banjarmasin ambil barang untuk dijual di Hulu Sungai. Namun saat memasuki Kota Banjarmasin di pintu gerbang ini terjadi kemacetan terus, kan ini memberi wajah yang tidak baik seperti kota macet jadinya,” ucap Atah kepada wartawan awak media, Selasa (5/2).

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Drs H Ichwan Noor Chalik membenarkan situasi dan kondisi pada pintu gerbang masuk kota selalu dihadapkan kemacetan karena kurangnya penunjuk jalan untuk pengguna jalan yang melintas ingin masuk Kota Banjarmasin.

“Sebenarnya ini sudah kami rekayasa jalan, melalui U Turn di pembatas Kota kami tutup agar jalur masuk kota tidak terjadi kemacetan. Namun yang menyebabkan macet di soana berdasarkan pantauan CCTV adalah kurangnya penunjuk jalan soal lajur yang digunakan,” ujar Ichwan kepada awak media, Rabu (6/2) siang.

Bahkan Ichwan mengaku sekarang sudah diberikan median jalan yang nampak agar penggunaan lajur lebih tertib seperti pengguna jalan yang hendak masuk Kota Banjarmasin memakai lajur kiri dan pengguna jalan yang hendak ke Jalan Pramuka atau balik arah hendaknya menggunakan lajur kanan.

“Macet di KM 6 ini benar disebabkan kekurang pahaman oleh pengguna jalan harusnya perilaku masyarakat ini bisa semakin hari semakin berkurang karena median jalan pun sudah kami buat. Namun saya tidak bisa menyalahkan pengguna jalan karena memang penunjuk jalan juga belum terpasang di sana,” ungkapnya.(SU)

 225 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: