PENARI “Kuau” Berbuntut Panjang dari Hutan Kalimantan

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 19:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Burung Kuau yang tertangkap kamera trap. (Foto: Istimewa)

Burung Kuau yang tertangkap kamera trap. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Burung Kuau atau Argusianus argus merupakan salah satu satwa langka yang kini terancam punah. Namun di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), burung ini sempat terekam kamera trap yang dipasang tim patroli masyarakat atau Forest Guardian.

Direktur Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristianto, mengatakan keberadaan Kuau di Hutan Lindung Sungai Lesan masih terpantau. Meski populasinya tidak sebanyak dulu.

“Kuau ini sudah cukup jarang di Kalimantan, tapi beruntung masih ditemukan di Lesan. Bahkan bukan cuma satu, banyak yang tertangkap kamera trap,” kata Paulinus mengutip detikKalimantan, Minggu (9/11/2025).

Ia mengatakan keberadaan kuau di kawasan hutan menandakan kondisi ekosistem masih baik dan aman. Sebab Kuau hidup secara menyendiri atau soliter.

Argusianus Argus itu indikator kawasannya yang betul-betul aman. Kalau orang utan bisa bertahan di area konflik, kuau tidak bisa. Jadi memang Argus punya spesial condition dari hutan. Bukan tipikal yang yang bisa survive di manapun. Nah, mereka akan terus menjauh-menjauh dari aktivitas manusia. Ketika ada Argus di situ, secara tidak langsung mengindikasikan bahwa kondisi ekosistem hutannya bagus,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa status konservasi burung kuau yang masih ‘rentan’ (Vulnerable) dalam daftar IUCN seharusnya dikaji ulang. Karena kondisi di lapangan menunjukkan populasi yang terus menurun.

“Sampai sekarang tidak ada data yang cukup untuk menggambarkan kondisi kuau secara akurat. Tapi di lapangan, populasinya menurun karena habitatnya hilang. Harusnya statusnya sudah ‘endangered‘, bukan cuma ‘rentan'” jelasnya.

Kuau si Penari Hutan
Sebagai salah satu burung tercantik, Kuau juga dikenal sebagai ‘penari hutan’ karena perilakunya yang unik. Sebelum menarik perhatian betina, pejantan akan membersihkan lantai hutan dan menari sambil mengembangkan ekornya yang panjang menyerupai merak.

“Kuau ini sangat bersih. Sebelum kawin, mereka bersihkan area tempat menarinya. Saat kamera trap dipasang, si Kuau ini lagi show up dia menari untuk menarik perhatian betina,” tuturnya.

Selain menari, suara khas Kuau yang keras juga menjadi penanda keberadaannya di hutan. Paulinus mengungkapkan, kuau jantan menggunakan suara lantang untuk menandai wilayah teritori mereka.

Baca Juga :   LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN

“Kalau orang utan pakai kencing (tanda teritori) atau long call (seruan panjang) ya, kuau cukup pakai suara. Suara mereka itu kencang banget Argus makanya disebut burung Kuau,” jelasnya.

Burung Kuau yang tertangkap kamera trap sedang menari di kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Kaltim. (Foto: Istimewa)

Kuau Simbol Budaya
Bagi masyarakat Dayak, tarian burung Kuau memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi inspirasi tarian tradisional yang menggambarkan keindahan dan harmoni alam. Bulu Kuau pun kerap digunakan sebagai ornamen adat dalam upacara atau pakaian pembesar adat.

“Burung Kuau ini melambangkan keindahan dan harmoni. Banyak ornamen adat yang pakai bulu Kuau di tameng, pakaian pembesar, sampai pernikahan. Tapi sekarang makin jarang karena bulunya juga makin sulit ditemukan,” katanya.

“Ada beberapa jenis burung ya (inspirasi tarian). Pertama yang jadi inspirasi Dayak adalah enggang sendiri. Enggang itu melambangkan keagungan ya karena dianggap roh dan lain-lainnya gitu ya. Nah, sementara si burung kuau ini itu melambangkan keindahan, harmoni, kekuatan magis, dan melindungi,” tuturnya.

Meski bulunya digunakan, bukan berarti berkurangnya aktivitas kuau karena manusia. Justru perubahan ekosistem dan kurangnya tutupan lahan lebih berpengaruh.

“Secara adat burung Kuau terlindungi, bahkan bulunya yang diambil itu hanya yang copot saja. Tapi hilangnya (Kuau) berubahnya ekosistem, hilangnya tutupan lahan itu sangat berpengaruh kepada burung kuau,” terangnya.

Pihaknya berharap agar konservasi burung Kuau mendapat perhatian serius. Bukan hanya dari sisi ekologi tetapi juga nilai budayanya.

“Konservasi Kuau ini penting, karena dia bukan cuma satwa, tapi simbol budaya. Kalau Kuau hilang, banyak tarian dan ornamen adat kehilangan maknanya. Jadi ini bukan sekadar menjaga satwa, tapi menjaga warisan budaya juga,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla
OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim
WASPADA! BMKG Balikpapan: Ada 4.318 Hotspot
OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun
MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK
LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN
VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa
BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:30

BARESKRIM Polri Ungkap Judol Modus Deposit Pulsa Rp890 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:22

RUU Perampasan Aset Masih Tunggu Masukan Bermakna Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:02

PRESIDEN Prabowo: Teruskan Program MBG dengan Perbaikan dan Efisiensi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:31

PRESIDEN Prabowo Perintahkan PLN Segera Tutup PLTD

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:27

KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:22

DINILAI TERCEPAT di Indonesia DPRD-Pemprov Kalsel Sepakati KUA PPAS 2027-KUPA PPAS 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46

PAMAN BIRIN : “Kita Harus Tetap Optimistis. Hilangkan Dendam dan Kedepankan Kebersamaan”

Berita Terbaru

Tim Brigade Karhutla UPTD KPHP Bongan bersama Regu MPA Kampung Deraya melaksanakan ground check dan pemadaman Karhutla di Kampung Lemper, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (11/8/2026). (Foto: HO-Dishut Kaltim)

Kaltim

OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla

Jumat, 14 Agu 2026 - 22:48

Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novy Adi Wibowo bersama Dirlantas, Kabid Humas dan Kepala Jasa Raharja Kalsel saat konferensi pers di gedung Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalsel di Banjarbaru, Jumat (14/8/2026). (Foto: Antara/Firman)

Hukum

KASUS Kecelakaan Maut Tanbu di SP3-kan

Jumat, 14 Agu 2026 - 22:42

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca