Suarindonesia – Pemerintah Kota Banjarmasin dan komunitas penyandang disabilitas akan merayakan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Banjarmasin, Sabtu-Minggu (1-2) Desember 2018. Ajang ini hasil kerja sama Pemko dan Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (Sapda) Yogya.
Ketua Pelaksana HDI, Slamet Triadi, menyampaikan peringatan HDI 2018 berbeda dari tahun sebelumnya. Pemko mendorong komunitas penyandang disabilitas terlibat aktif sebagai penyelenggara.
HDI 2018 akan dihadiri oleh penyandang difabel, murid sekolah inklusi, perusahaan swasta, perwakilan pemerintah pusat, serta para duta besar yang mendukung gerakan kota inklusi.

Ia menargetkan 700 orang difabel hadir di Siring Balai Kota Banjarmasin. HDI diisi lomba menggambar dan mewarnai, melukis di atas tanggui, pembacaan puisi, fotografi dan tari.
Selain itu, peringatan HDI 2018 diramaikan deklarasi duta anak inklusi, seminar dan lokakarya, serta talkshow. Seluruh rangkaian kegiatan bertajuk Kayuh Baimbai: Kami Bisa, Kita Sama.
Slamet menuturkan penyandang disabilitas harus secara mandiri terlibat aktif dalam kegiatan HDI. “Ini adalah momen menunjukkan kepada dunia bahwa kami ada,” ujar Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin melalui siaran pers Jumat (30/11) 2018.
Ia menegaskan ada tiga hal utama yang hendak disampaikan kepada publik. Pertama, pengarusutamaan disabilitas. Kedua, mempromosikan inklusifitas bahwa setiap orang berhak tidak didiskriminasi sebagai warga negara.
Tujuan terakhir mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam berkarya dan berkreasi. “Tidak ada perbedaan dalam hak maupun kewajiban. Mari mewujudkan masyarakat inklusi. Bebas terbuka tanpa ada yang terpinggirkan,” ujarnya.
Puncak HDI diisi pameran hasil karya disabilitas, pelelangan hasil karya peserta lomba, penampilan tarian oleh penyandang disabilitas, penampilan puisi pemenang lomba, pantomim gerak bahasa tubuh oleh penyandang disabilitas, penampilan drama oleh penyandang disabilitas, kampanye bahasa isyarat rungu wicara, konvoi roda tiga dan jalan santai, serta roleplay menjadi difabel oleh non difabel.
Kasubbid Politik Pemerintahan Bidang Sosial Budaya Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Dr. Ibnu Sabil, mengatakan acara ini mewujudkan Banjarmasin sebagai kota inklusi. Peringatan HDI merupakan momentum pemko mempromosikan program pemerintah ramah difabel.
“Ambil contoh, Kota Banjarmasin bakal memiliki kelompok paduan bahasa isyarat. Diisi oleh para rungu wicara. Banjarmasin akan mempelopori ini. Sebelumnya wacana ini belum pernah ada di Indonesia, bahkan dunia,” ujar Sabil.
Sabil mengungkapkan Kota Banjarmasin turut mempelopori suara politik penyandang disabilitas. Bukan hanya sebagai pemilih, tapi dapat kuorum seperti kaum perempuan yang diakui pemerintah. Rencana ini akan disampaikan ke pemerintah pusat.
Peringatan HDI 2018 menjadi pemantik awal informasi job fair bagi penyandang disabilitas. Ini bertujuan menyongsong wacana job fair yang rencananya bakal digelar tahun 2019 mendatang.
Selain menggelar Peringatan HDI 2018, Sabil menuturkan hubungan antara pemko dan Sapda memang telah terjalin lama. Mereka telah menyusun roadmap kota inklusi untuk mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai menjadi ramah disabilitas. Ia mengklaim Banjarmasin sebagai kota pertama di Indonesia yang meluncurkan dokumen cetak biru untuk mencapai kota inklusi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















