PEMKAB Bulungan-Kedutaan Kanada Kerja Sama Konservasi Mangrove

- Penulis

Selasa, 28 Mei 2024 - 23:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Bulungan Risdianto (dua kiri) dan jajaran bersama tim Global Green Growth Institute (GGGI) dan Global Affairs Canada (GAC) Kanada melakukan survei kehidupan nelayan dan ekosistem mangrove di Delta Sungai Kayan, tepatnya di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Senin (27/5/2024). [ANTARA/HO-Dokpim Bulungan]

Sekda Bulungan Risdianto (dua kiri) dan jajaran bersama tim Global Green Growth Institute (GGGI) dan Global Affairs Canada (GAC) Kanada melakukan survei kehidupan nelayan dan ekosistem mangrove di Delta Sungai Kayan, tepatnya di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Senin (27/5/2024). [ANTARA/HO-Dokpim Bulungan]

SuarIndonesia — Pemkab Bulungan bersama tim Global Green Growth Institute (GGGI) dan Global Affairs Canada (GAC) Kanada melakukan survei kehidupan nelayan dan ekosistem mangrove di Delta Sungai Kayan, menindaklanjuti kesepakatan kerja sama pembangunan hijau berkelanjutan.

“Kami sangat apresiasi dukungan GGGI Indonesia dan Kedutaan Kanada dalam upaya mendukung program pembangunan berkelanjutan khususnya di wilayah ekosistem mangrove di Delta Kayan Bulungan,” ujar Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto di Tanjung Selor, dikutip dari AntaraNews, Selasa (28/5/2024).

Pada Senin 927/5/2024) jajaran pemkab Bulungan meninjau kawasan mangrove di Delta Kayan yang menjadi target program konservasi, tepatnya di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak.

Tim GGGI dan ​​GAC didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, dan KPH Tarakan. Mereka melakukan survei pengelolaan, perlindungan, dan pemanfaatan kawasan pesisir dan mangrove, serta mendiskusikan kendala dan peluang di masa depan.

Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah memahami ketergantungan masyarakat terhadap hutan bakau. Tim GGGI dan GAC Kanada mengadakan diskusi dengan para nelayan subsisten di Desa Liagu untuk menggali informasi tersebut.

Direktur Divisi 1 Asia Tenggara dan Oseania, OSP, GAC Audri Makhopadhyay, mengatakan kehadiran timnya adalah bagian kerja sama antara Pemerintah Kanada dan Indonesia dibantu dengan tim GGGI dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah sekitar kawasan mangrove.

Berdasarkan hasil diskusi, tim GGGI dan GAC Kanada akan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah setempat menjalankan program konservasi mangrove. Mereka juga akan fokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan budaya, serta menjaga aspek lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan.

Baca Juga :   LIBATKAN Masyarakat Cegah dan Padamkan Karhutla

“Kami ingin melihat secara langsung proyek yang akan kami jalankan selama lima tahun ke depan, seperti pemberdayaan pada masyarakat termasuk peningkatan kapasitas Pemerintah menyangkut perencanaan untuk peningkatan ekosistem mangrove.

Program Nature-Based Solutions (NbS) for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (NASCLIM) GGGI Indonesia di Bulungan mencanangkan empat wilayah, yaitu Desa Liagu, Sekatak, Sekatak Buji, dan Salimbatu.

Tim GGGI dan GAC melakukan survei lapangan di lokasi-lokasi tersebut untuk memetakan masalah dan merumuskan program yang tepat.

GGGI berkomitmen memberikan kontribusi yang berarti, meski menyadari bahwa menyelesaikan semua masalah di wilayah mangrove Delta Kayan membutuhkan waktu dan usaha yang besar.

“Namun minimal ada yang bisa kami lakukan untuk pembangunan di Bulungan terutama di wilayah kerja kami,” kata Taswin Munier. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LIBATKAN Masyarakat Cegah dan Padamkan Karhutla
TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:24

KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran

Senin, 7 September 2026 - 12:10

WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api

Minggu, 6 September 2026 - 23:48

KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara

Minggu, 6 September 2026 - 22:11

PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 21:54

KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Minggu, 6 September 2026 - 21:48

SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura

Minggu, 6 September 2026 - 20:27

RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 20:20

14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau

Berita Terbaru

Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara untuk seluruh aktivitas penerbangan karena ada indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. (Foto: Antara/M Iqbal)

Nasional

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Senin, 7 Sep 2026 - 00:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca