Suarindonesia – Empat kepala keluarga pemilik dari empat bangunan yang berada di atas Sungai Belasung, yang berada di tepi Jalan Pangeran Samudera, tepatnya di belakang Katedral Banjarmasin sore ini diberi surat teguran kedua dari pihak Pemko agar melakukan pembongkaran untuk menata dan menghidupkan kembali sungai yang ada di bawah bangunan mereka.
Kepala Bidang Sungai, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Ir H Hizbul Wathony mengatakan, hari ini pihak pemko sudah mendatangi dan menggelar rapat bersama empat KK dari warga RT4 yang bangunan rumahnya tepat berada di atas Sungai Belasung dan menyerahkan surat teguran kedua agar mereka membongkar sendiri bangunan liar tersebut.
“Data sementara ada 4 bangunan di RT 4 yang sudah kita beri surat teguran pertama pada beberapa waktu lalu. Dan hari ini kita beri lagi surat teguran kedua agar mereka segera membongkar bangunan mereka untuk menata kembali Sungai Belasung yang terdapat di bawah bangunan mereka itu,” ujarnya kepada awak media, Rabu (19/6).

Menurut Thony, Para pemilik bangunan dari empat bangunan ini hanya akan mendapatkan tiga kali surat teguran. Dan untuk selanjutnya akan di lakukan penyerahan kasus kepada Satpol PP agar pihak Satpol PP yang akan melakukan pembongkaran nantinya.
“Mungkin beberapa hari ini kita akan kasihkan lagi surat teguran ketiga agar melakukan pembongkaran. Kalau tidak ya kita serahkan ke Satpol PP untuk melakukan pembongkaran dengan prosedur yang dimiliki oleh satpol PP,” kata Thony.
Ia melanjutkan tak habis dengan empat bangunan di RT 4 yang akan dilakukan pembongkaran, masih akan ada 3 RT lagi yang terdapat beberapa bangunan berada tepat di atas Sungai Belasung yang juga akan ditertibkan. Namun Thony mengaku masih belum melakukan pendataan pada 3 RT tersebut.
“Nanti besok mungkin akan kita lanjutkan pendataan, informasinya ada 4 RT. Ini baru empat buah data sementara kita di RT4 yang terdapat bangunan di atas sungai. Mudah-mudahan masyarakat mau dan mengerti terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kembali melakukan penataan dan normalisasi sungai,” beber Thony.
Sementara itu, untuk bangunan yang akan dibongkar tersebut Thony menyebutkan pemiliknya akan diberikan tali asih. Akan tetapi ia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah tali asih tersebut karena masih belum dilakukan koordinasi bersama oleh beberapa stakeholder terkait.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















