PECAHKAN MISTERI Kebakaran Gedung Kejagung, Pimpinan Komisi III Apresiasi Kinerja Bareskrim Polri

PECAHKAN MISTERI Kebakaran Gedung Kejagung, Pimpinan Komisi III Apresiasi Kinerja Bareskrim Polri
Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh.(Foto/Dok.SuarIndonesia)

SuarIndonesia – Akhirnya Bareskrim Polri menetapkan tersangka kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebanyak delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran Kejagung yang terjadi dua bulan silam itu.

Pimpinan Komisi III DPR-RI memberikan apresiasi kinerja baik yang telah dilakukan oleh kepolisian, khususnya Bareskrim Mabes Polri. “Ini menjadi terobosan bagi aparatur kepolisian dalam menyelesaikan tugas tugas penting sebagai pengayom dan aparat penegak hukum,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh kepada SuarIndonesia.com, Jumat (23/10/2020) malam.

“Setelah sekian waktu akhirnya misteri penyebab kebakaran gedung kejaksaan agung dapat terpecahkan. Saya berharap hal ini mampu menjadi motivasi bagi setiap aparat penegak hukum dalam setiap memecahkan permasalahan hukum yang ada di republik ini,” kata politisi PAN asal Kalsel ini.

“Semoga kinerja Polri yang baik selalu menjadi prioritas demi menjaga nama institusi kepolisian,” tambah mantan Bupati Banjar dua periode ini.

“Saya juga berharap untuk kepada tim dan anggota Bareskrim Mabes Polri yang berhasil mengungkap penyebab kebakaran gedung kejaksaan agung mendapatkan penghargaan dari kapolri. Mengingat ini adalah masalah krusial yang harus segera diselesaikan penyebabnya,” tandas legislator asal Kalsel ini.

Pangeran menginginkan untuk penanganan kasus ini dapat diadili seadil-adilnya dan memberikan efek jera kepada pelaku yang lalai dalam bekerja sehingga menyebabkan kebakaran.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tersangka delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran Kejagung yang terjadi dua bulan silam itu.

“Kita tadi menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran ini karena kealpaannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (23/10/2020).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Bareskrim dan Kejagung melakukan gelar perkara. Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran gedung tersebut.

“Tadi jam 10 dari kepolisian, penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka daripada kebakaran Kejagung ini, biar jelas, masyarakat biar tahu, biar jelas seperti apa, apakah itu suatu kealpaan atau itu ada pembakaran,” jelas Argo.

Penyidik memeriksa 131 orang, dan 64 di antaranya berstatus saksi. Olah TKP di lokasi kebakaran Kejagung dilakukan enam kali.

Tersangka dikenakan Pasal 188 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Seperti diketahui, gedung utama Kejaksaan Agung terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Proses penyidikan kasus ini sudah berlangsung 2 bulan.

Polri dan Kejagung menggelar ekspose untuk menentukan penyebab dan tersangka kebakaran. Hasilnya, tidak ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini.

“Tidak ada, tidak ada unsur kesengajaan,” kata Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana di kantornya, Jalan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.(RA)

 547 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: