PBNU: Food Tray MBG Mengandung Babi Boleh Dipakai Setelah Dicuci

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Istimewa)

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara soal food tray atau ompreng makan bergizi gratis (MBG) diduga mengandung minyak babi dan ditolak sejumlah masyarakat.

Ketua PBNU Fahrur A Rozi menjelaskan masalah tersebut dari sudut pandang fikih NU. Menurut dia, benda keras yang terkena najis babi bisa disucikan kembali dengan cara dicuci bersih. Sehingga, penggunaannya tak bermasalah dan food tray bisa digunakan kembali.

“Kalau menurut fiqh NU setiap benda keras yang terkena najis babi itu bisa disucikan dengan cara dicuci bersih, tidak ada masalah bisa dipakai setelah dicuci bersih,” kata Fahrur saat dihubungi, Kamis (18/9/2025).

Fahrur juga memastikan menu MBG juga tetap halal dikonsumsi setelah food tray dibersihkan. Menurut dia, menu MBG hanya dikatakan haram jika yang tercampur adalah makanannya, bukan ompreng atau food tray.

“Kalau minyak babi tercampur makanan, itu jelas haram. Kalau ompreng terkena minyak babi, bisa disucikan bersih dan boleh dipakai,” kata Fahrur.

“Enggak apa-apa, halal,” imbuhnya saat ditanya soal status makanan tersebut.

Meski begitu, Fahrur menilai Badan Gizi Nasional perlu memberikan penjelasan lebih lanjut soal temuan tersebut, terutama soal bentuk kandungan dan prosesnya.

“Soal isu ompreng MBG yang mengandung babi saya kira perlu penjelasan lebih lanjut, di mana letaknya dan bagaimana prosesnya,” kata dia.

Fahrur berharap MBG ke depan bisa lebih baik dan higienis. Menurut dia, program tersebut bermanfaat untuk masyarakat, khususnya santri di pondok pesantren.

“Kita berharap agar MBG sebaik-baik dan lebih higienis, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para santri di pesantren,” ujarnya.

Baca Juga :   MENU MBG di Seruyan Positif Mengandung Bakteri

BGN sebelumnya blak-blakan soal salah satu kecamatan di Sulawesi Utara (Sulut) yang menolak menerima makan bergizi gratis (MBG). Alasannya, viral isu nampan (food tray) makanan yang diduga mengandung minyak babi.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan hal tersebut membuat sejumlah masyarakat Sulut meragukan kehalalan makan bergizi yang disalurkan pemerintah.

“Ada satu kecamatan di Sulawesi Utara itu yang tidak mau menerima makan bergizi karena viralnya tempat makan yang digunakan yang dianggap diragukan kehalalannya,” ujarnya usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia, Dadan menjelaskan sebenarnya minyak tidak digunakan sebagai komponen food tray MBG. Omprengan tersebut terbuat dari sejumlah jenis logam, termasuk nikel. Minyak, kata Dadan, digunakan hanya dalam proses pencetakan food tray. Namun, minyak-minyak itu dibilas setelah proses pencetakan dilakukan.

“Minyak itu digunakan pada saat stamping-stamping atau pencetakan yang digunakan pada alatnya supaya tidak panas dan mudah. Nah, kemudian setelah dicetak, minyak itu kemudian akan dibersihkan, direndam, dibersihkan sehingga steril begitu,” jelasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca