SuarIndonesia – Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Teten Masduki meyakini ke depannya akan banyak produk dari pengusaha lokal di Banua yang bisa masuk ke pasar global.
Hal tersebut diungkapkannya saat membuka kegiatan APINDO UMKM Expo Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel mulai tanggal 29 Januari – 2 Febuari Tahun 2020 di Siring Menara Pandang Banjarmasin.
“Gennya orang Banua ini adalah gennya pedagang. Asal diarahkan dan dibina dengan baik, saya yakin di Kalsel kedepannya akan banyak pengusaha lokal Banua yang mampu menjual produknya bisa masuk pasar global,” tegasnya, Rabu (29/01/2020).
Pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan sumbangsih produk expor melalui UMKM. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk dapat mendorong banyak produk UMKM bisa masuk ke pasar global.

“Salah satunya kebijakan strategisnya adalah trading house. Jadi ini semacam wadah karantina untuk mempersiapkan agar produk lokal yang potensial bisa kita dorong untuk masuk ke pasar global,” tambahnya.
Ia pun berharap banyak APINDO Kalsel bisa mendukung langkah pemerintah untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan banyak pengusaha lokal agar produknya bisa masuk ke pasar global.
“Saat ini ada beberapa sktor potensial yang bisa kita dorong produk UMKM untuk masuk kesana. Mulai dari perikanan, holtikultura, home decor hingga muslim fashion. Nah tugas APINDO Kalsel adalah untuk mendorong UMKM binaannya bisa menciptakan produk berkualitas di beberapa bidang tersebut,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengaku siap berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Organisasi Pengusaha untuk mendorong produk UMKM lokal bisa masuk ke pasar global.
Saat ini Pemprov Kalsel melalui Dinas Koperasi dan UMKM juga sudah secara rutin melakukan berbagai pembinaan dan pelatihan agar produk UMKM bisa semakin berkualitas dan pasarnya dapat berkembang ke pasar global.
“Produk lokal kita ini memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar global. Karena itulah ini harus betul-betul kita kawal agar kedepannya banyak UMKM asal Kalsel yang bisa naik kelas,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua APINDO Kalsel Dalam kegiatan APINDO UMKM Expo 2020 ada kurang lebih 500 UMKM yang terlibat. Mereka nantinya akan memamerkan berbagai produk khas Kalsel kepada 30.000 orang yang datang.
“UMKM yang hadir adalah dari seluruh kabupaten kota yang ada di Kalsel. Ada pun target perputaran uang UMKM selama kegiatan ditarget mencapai Rp30 miliar,” bebernya.
Selain APINDO UMKM Expo 2020, kegiatan nantinya juga akan diisi bermacam hiburan, jalan santai hingga penganugerahan UMKM Award kepada 3 UMKM di Banua yang dianggap mampu membawa harum nama Banua.
“Semua kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan hari lahir APINDO yang ke 68 Tahun. Kami berharap melalui berbagai kegiatan ini, UMKM di Banua bisa semakin maju, berkembang dan naik kelas,” imbuhnya.
Sekadar diketahui kegiatan APINDO UMKM Expo 2020 salah satunya didukung oleh Bank Kalsel dan BPJS Ketenagakerjaan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















