PANGKALAN TERINDIKASI Jual di Atas HET, Asisten II: Haram Hukumnya

- Penulis

Senin, 22 Februari 2021 - 23:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Adanya indikasi pangkalan gas elpiji yang sengaja menaikkan harga jual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) rupanya menyita perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Pasalnya, kondisi kelangkaan gas melon yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal yang dengan sengaja menaikkan harga jual dari bahan bakar gas bersubsidi tersebut.

Menanggapi hal itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi menegaskan bahwa perilaku tersebut sangat tidak dibenarkan dan sangat menyusahkan masyarakat.

“Haram hukumnya pangkalan gas yang menjual di atas HET,” tegasnya saat ditemui awak media di depan lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (22/02/2021) siang.

Selain itu, ia juga mengecam keras pangkalan yang dengan sengaja menjual gas untuk warga miskin tersebut kepada para pengecer atau warung-warung.

Baca Juga :   PRESIDEN PRABOWO Terima Pengunduran Diri Sahbirin Noor sebagai Gubernur Kalsel

“Karena kenaikan harga elpiji yang melampaui HET ini terjadi akibat ada yang menjual gas elpiji di luar pangkalan. Ini yang akan kita lakukan razia,” ujarnya.

Menurutnya, sekalipun kelangkaan yang terjadi saat ini diakibatkan gangguan dalam proses distribusi jalur darat. Pangkalan sama sekali tidak boleh menjual di atas HET apalagi menjual ke pengecer untuk dijual kembali.

“Kalaupun ada, silakan laporkan ke kita dan Pertamina. Izin operasinya nanti dicopot, kita juga sudah mendesak Pertamina agar praktek seperti ini diungkap dan dihentikan,” tandasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya
HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik
DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:41

YUSRIL: Pemecatan Anggota TNI Pesan Tegas tak Ada Toleransi Kekerasan

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:11

OTT LANJUTAN Muara Enim: KPK Tangkap Lima ASN BPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:05

HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq di Palangka Raya belum lama ini. (Foto: Disdik Kalteng)

Kalteng

KALTENG Jalankan Program Multibahasa

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:04

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca