PAKAR: IKN Terlalu Futuristik Kurang Autentik, tak Punya Daya Tarik!

- Penulis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 22:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taman Kusuma Bangsa IKN ramai wisatawan. (Foto: Antara Foto/M Adimaja)

Taman Kusuma Bangsa IKN ramai wisatawan. (Foto: Antara Foto/M Adimaja)

SuarIndonesia — Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih dalam proses pembangunan. Namun dari segi pariwisata, pakar menilai IKN tak punya daya tarik.

Sebelumnya dikutip detikTravel, IKN dibahas media asing, The Guardian. Menurut media asing tersebut, IKN bisa menjadi Kota Hantu karena hanya sedikit orang yang tinggal di sana.

Berdasarkan data yang ada, kurang lebih 2.000 ASN dan 8.000 pekerja konstruksi telah tinggal di sana. Namun jika angka keduanya digabung masih jauh dari target penghuninya yang menyentuh 1,2 juta orang di tahun 2030.

Dulu, dengan gembar-gembor IKN yang begitu masif, banyak masyarakat yang penasaran dengan wilayah itu. Di periode liburan Lebaran 2025, ada 64 ribu wisatawan dari dalam negeri dan luar negeri yang mengunjungi IKN.

Melansir dari detikKalimantan, menurut pengamat pariwisata Profesor Azril Azhari, kemungkinan jumlah wisatawan bertambah sangat kecil. Bukan tanpa alasan, ia menyebut IKN tak punya daya tarik untuk menggaet wisatawan secara berkelanjutan.

Azril menyebut ada tiga hal penting yang jadi daya tarik pariwisata. Tiga hal tersebut yakni keunikan, keautentikan, dan keeksotikan.

“Keunikannya nggak ada, kedua adalah keotentikan asli dari sana, otentik itu keasliannya nggak ada, (misalnya) rumahnya futuristik semua. Jadi kalau istananya di-combine menjadi istana (bergaya) zaman dulu aduh keren amat, walaupun dibikin dari beton tapi tiang-tiangnya dari kayu ulin itu orang akan kaget (kagum), nah ini kan nggak,” ungkapnya saat dihubungi detikTravel, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga :   KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Azril mengatakan seharusnya ada sentuhan lokal yang memang menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Bukan semata-mata mengedepankan hal-hal atau bentuk-betuk yang futuristik.

“Nah yang ketiga adalah eksotik, eksotik itu orang bisa berdecak kagum gitu, nggak ada. Nah itulah yang disebut daya tarik pariwisata,” lengkapnya.

Ia menyatakan masyarakat yang datang ke sana hanya berdasar dari rasa penasaran saja, bukan menjadikan IKN sebagai destinasi yang benar-benar menjadi sarana rekreasi. Sehingga tak ada alasan lain untuk masyarakat berkunjung kembali ke wilayah tersebut.

“Karena the best experiences pengalaman yang paling hebat yang dia (wisatawan) dapatkan setelah dia datang, ada nggak yang beda dari tempat lain? Ya melihatnya aja ya begitu saja,” ucap Prof Azril itu dalam sambungan telepon. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka
KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting
DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB
JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin
PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:19

PERKUAT LANGKAH Penanganan Karhutla, Polda Kalsel Kumpulkan Lurah dan Kades

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:37

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:33

KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:13

AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:40

27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:01

MULAI 15 Oktober 8.000 KDKMP Dipantau

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca