OPTIMALISASI FISKAL 2026, DPRD Kalsel : Prioritaskan Program Langsung Kebutuhan Rakyat

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 13:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD yang digelar di Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (SuarIndonesia/Ist)

FGD yang digelar di Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti pentingnya optimalisasi penggunaan ruang fiskal dalam penyusunan APBD 2026, menyusul potensi penundaan transfer keuangan dari pemerintah pusat.

Dalam forum diskusi yang melibatkan Badan Anggaran DPRD Kalsel, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, DPRD menekankan pentingnya efisiensi dan skala prioritas dalam belanja daerah.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman, menyampaikan bahwa ketidakpastian transfer keuangan dari pusat harus diantisipasi sejak dini, agar tidak mengganggu program-program pembangunan strategis yang menyasar kebutuhan masyarakat.

“Jika memang terjadi penundaan transfer keuangan, kami akan melihat secara ketat program mana yang benar-benar harus diprioritaskan. Ini bukan soal menyusun anggaran secara formal, tapi bagaimana APBD bisa jadi solusi atas masalah-masalah riil masyarakat,” ujarnya dalam FGD yang digelar di Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Baca Juga :   KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Forum ini juga menjadi ajang sinkronisasi dan penyelarasan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

DPRD Kalsel menekankan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan riil, bukan sekadar memenuhi indikator administratif.

Dengan pendekatan yang lebih strategis dan berbasis pada realita fiskal, DPRD berharap penyusunan APBD 2026 dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga adaptif terhadap tantangan ekonomi, serta berpihak pada masyarakat Banua secara nyata. (*/HM).

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla
WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:32

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 November 2026 - 21:19

9 ORANG UTAN Dipindahkan ke Suaka Lamandau, 2 Lainnya Dirawat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32