OIKN Jadikan Bahasa Indonesia sebagai Simbol IKN

- Penulis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 20:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito saat menghadiri Apresiasi Pembinaan Lembaga Pengutamaan Bahasa Negara pada Ruang Publik dan Dokumen Lembaga yang digelar Kantor Bahasa Kaltim di Samarinda, Kamis (17/10/2024). (ANTARA/Ahmad Rifandi)

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito saat menghadiri Apresiasi Pembinaan Lembaga Pengutamaan Bahasa Negara pada Ruang Publik dan Dokumen Lembaga yang digelar Kantor Bahasa Kaltim di Samarinda, Kamis (17/10/2024). (ANTARA/Ahmad Rifandi)

SuarIndonesia — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkomitmen untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan simbol IKN, meskipun kota ini dirancang sebagai kota dunia yang berwawasan internasional.

“Kami apresiasi kepada Kantor Bahasa Kaltim atas binaan yang luar biasa. Pembinaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu di Ibu Kota Nusantara,” ujar Direktur Pelayanan Dasar OIKN Suwito pada kegiatan Apresiasi Pembinaan Lembaga Pengutamaan Bahasa Negara pada Ruang Publik dan Dokumen Lembaga yang digelar Kantor Bahasa Kaltim di Samarinda, Kamis (17/10/2024).

Dia menjelaskan IKN dibangun sebagai kota dunia yang nyaman dan inklusif, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat internasional.

Oleh karena itu, pengembangan bahasa internasional, khususnya bahasa Inggris, juga menjadi salah satu fokus IKN.

“IKN akan dikembangkan dengan prinsip nyaman dan dicintai, tidak hanya oleh masyarakat Kalimantan Timur, tetapi juga oleh masyarakat nasional dan internasional,” ujar Suwito mengutip Antara, Kamis (17/10/2024).

Dia menegaskan penggunaan bahasa Inggris di kawasan IKN tidak akan menggeser posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di Ibu Kota Nusantara.

“Di satu sisi, kita ingin IKN menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat internasional, di sisi lain kita harus mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu,” katanya.

Suwito mengatakan Kantor Bahasa Kaltim telah memberikan pembinaan dalam menjaga penerapan berbahasa Indonesia di lingkungan OIKN, terutama dalam hal penulisan dokumen resmi.

Baca Juga :   BANDARA NUSANTARA jadi Daya Tarik Investor Tanam Modal di Penajam

Pembinaan dari Kantor Bahasa tersebut dinilai sangat bermanfaat, terutama bagi staf IKN yang sebagian besar merupakan lulusan baru dan belum berpengalaman dalam penulisan dokumen resmi.

“Sebelum ada pembinaan dari Kantor Bahasa Kaltim, kami kesulitan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam bentuk tulisan, seperti surat resmi, pedoman, peraturan, dan konsep pidato,” ujarnya.

Suwito berharap IKN dapat menjadi contoh kota global yang masyarakatnya fasih berbahasa internasional, namun tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari dan dokumen resmi.

“Kami berharap IKN akan menjadi kota global yang masyarakatnya fasih berbahasa internasional, namun tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari dan dokumen-dokumen resmi,” katanya.

Selain bahasa, OIKN juga berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata IKN.

Menurut dia, hal itu yang dikedepankan IKN dengan tidak mengabaikan masyarakat adat dan budaya lokal. Pihaknya ingin menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai salah satu daya tarik wisata.

“IKN dengan konsep kota yang cerdas dan lingkungan yang hijau, ditambah dengan keunikan adat dan budaya lokal, diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara,” kata Suwito. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN: Sudah tidak Ada Tambang Ilegal di Hutan Konservasi IKN
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
KASUS RITA WIDYASARI: KPK Periksa Bupati PPU dan 22 Saksi Lainnya
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca