SuarIndonesia — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Hizbullah untuk tak ikut-ikutan menyerang. Ancaman itu disampaikan setelah militer Israel mengungkapkan satu warga sipil mereka tewas akibat tembakan anti-tank dari Lebanon.
Netanyahu, seperti diberitakan Al Jazeera, menyatakan pihaknya tak ragu untuk mengubah Beirut sama seperti Gaza apabila terus berusaha memperluas cakupan perang yang dilakukan Israel dengan Hamas.
“Jika Hizbullah memilih untuk memulai perang global, maka mereka akan mengubah Beirut dan Lebanon selatan, yang tidak jauh dari sini, menjadi Gaza dan Khan Younis dengan tangannya sendiri,” kata Benjamin Netanyahu, Kamis (7/12/2023).
Netanyahu mengacu pada daerah-daerah Palestina yang mengalami kerusakan parah akibat agresi militer mereka. Hal tersebut disampaikan di tengah-tengah kunjungan ke wilayah utara Israel.
Tentara Israel kemudian mengungkapkan mereka telah “menyerang sumber serangan [dari Lebanon] menggunakan helikopter tempur, tank, dan tembakan artileri.”
Beberapa waktu lalu, Hizbullah mengklaim melakukan serangan di kawasan al-Jardah di Israel. Tidak jelas apakah itu adalah serangan yang disalahkan Israel atas jatuhnya korban sipil.
Baku tembak antara kelompok Hizbullah Lebanon dan militer Israel semakin meningkat sejak gagalnya gencatan senjata pekan lalu dan dimulainya kembali permusuhan di Gaza.
Sedangkan pada Selasa (5/12/2023) lalu, seorang tentara Lebanon tewas akibat tembakan Israel di sebuah pos militer dekat perbatasan.
Kematian itu menandai kasus pertama sejak meningkatnya konflik di sepanjang perbatasan akibat pecahnya perang Israel dan Hamas.
Tentara Israel mengaku menyesal atas insiden itu. Penyesalan yang jarang diungkapkan itu dituangkan lewat unggahan di X atau Twitter bahwa berusaha “menghilangkan” ancaman Hizbullah dan tentara Lebanon “bukan sasaran serangan.”
Sedangkan Israel mengatakan enam tentaranya dan tiga warga sipil Israel tewas di daerah tersebut.
Bersumpah Pukul Mundur Hizbullah
Menteri Keamanan Nasional Israel, Yoav Gallant bersumpah akan memukul mundur milisi Hizbullah dari sekitaran Sungai Litani, perbatasan Lebanon selatan.
Pernyataan itu muncul saat Gallant hadir dalam pertemuan dekat perbatasan Lebanon, Rabu (6/12/2023) lalu.
Dia juga mengatakan langkah tersebut bisa tercapai melalui pengaturan politik internasional atau, jika perlu, melalui tindakan militer.
“Kami bermaksud memulihkan keamanan penduduk melalui pengaturan politik internasional untuk mendorong Hizbullah keluar dari Litani, sesuai Resolusi PBB 1701,” kata Gallant, dikutip CNNIndonesia dari Middle East Monitor.
Resolusi 1701 menyerukan penghentian penuh permusuhan dan penarikan Israel dari Lebanon selatan.
Sejauh ini, belum ada komentar langsung dari Hizbullah terkait pernyataan Gallant. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















