SuarIndonesia — Dua wanita pekerja migran Indonesia (PMI) mengaku dipaksa melayani 15 pria setiap hari di Arab Saudi. Video pengakuan mereka kemudian viral di media sosial.
Mereka diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Video pengakuan dua PMI itu diunggah akun @bisikanneti di Instagram pada Rabu (29/4/2026) lalu.
“Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau gak sampe target gak dapat gaji,” kata wanita itu dengan nada ketakutan, dikutip detikKalimantan dari detikBali dari video viral, Senin (4/5/2026).
Mereka juga menyebut berangkat ke Arab Saudi setelah diiming-imingi pekerjaan oleh seorang pekerja lapangan berinisial N, perempuan. Tiba di Arab Saudi, mereka bertemu dengan perempuan berinisial Z.
“Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mall,” kata wanita tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqon mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua PMI tersebut merupakan warga NTB. Pemprov NTB masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi untuk memastikan identitas korban.
“Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut. Pihak yang take video juga coba kami hubungi ternyata sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Kemenlu untuk memastikan kondisi kedua korban dalam keadaan selamat. “Kalau mereka PMI kita, semoga baik-baik saja, sebab kami belum dapat update infonya,” tutup Aidy. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















