NELAYAN Diminta Waspadai Gigitan Ular Laut yang Mematikan

- Penulis

Jumat, 18 April 2025 - 19:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi salah satu jenis Ular Laut yang mematikan. (Foto: twofishdivers.com)

Foto ilustrasi salah satu jenis Ular Laut yang mematikan. (Foto: twofishdivers.com)

SuarIndonesia — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya nelayan dan pekerja di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gigitan ular laut yang berpotensi mematikan dibandingkan jenis ular laut di wilayah lain Indonesia.

“Berkaca pada kasus kematian akibat gigitan ular laut di Samarinda beberapa waktu lalu, saya menekankan pentingnya identifikasi dini dan penanganan yang tepat,” ujar Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun Kemenkes dokter Tri Maharani secara daring di Samarinda, Jumat (18/4/2025).

Dalam diskusi hybrid bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim terkait tatalaksana penanganan kasus sistemik gigitan ular dengan antivenom, Tri Maharani mengungkapkan penanganan kasus gigitan ular laut di Kaltim memiliki karakteristik yang berbeda dengan pengalaman terapi selama ini di Jawa.

“Venom lebih berbeda, maksudnya nggak cukup ya satu (antivenom),” ujarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa bisa ular laut di Kaltim lebih kompleks dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih parah bagi korban.

Maharani memberikan solusi terkait ketersediaan antivenom. Ia meminta Dinkes Kaltim untuk berkoordinasi dengan pihaknya di Kemenkes atau juga Bio Farma untuk memastikan pasokan antivenom yang memadai dan proses pengiriman yang lebih efisien.

Lebih lanjut, Maharani mengimbau tenaga kesehatan di Kaltim untuk memperdalam pemahaman mengenai penanganan gigitan ular berbisa melalui buku panduan penanganan gigitan ular berbisa yang telah diterbitkan Kemenkes.

Baca Juga :   PEMBANGUNAN Sistem Pertahanan Pintar IKN Terus Berlanjut

Selain penanganan pascagigitan ular berbisa, Kemenkes juga menekankan pentingnya upaya pencegahan. Maharani menyoroti masih rendahnya kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di kalangan pekerja berisiko seperti petani dan nelayan.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk tidak beraktivitas sendirian di area berisiko seperti hutan atau laut. Selain itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang ular, seperti semak belukar, tumpukan batu atau kayu, serta lubang di tanah atau pohon.

“Ular yang sedang tidur atau diam sebaiknya tidak diusik untuk menghindari reaksi defensif berupa gigitan,” tutur Maharani dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Untuk aktivitas di tempat gelap, penggunaan alat penerangan berupa senter atau lampu lebih disarankan untuk membantu melihat keberadaan ular. Pihaknya mengingatkan agar tidak mempermainkan kepala atau taring ular yang sudah mati, karena kantong bisanya masih berpotensi aktif jika ular tersebut baru saja mati. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
KASUS RITA WIDYASARI: KPK Periksa Bupati PPU dan 22 Saksi Lainnya
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:43

POLISI Bersihkan Sampah di Depan DPRD Kalsel Setelah Kawal Aksi Mahasiswa

Senin, 15 Juni 2026 - 21:35

MUKERDA MUI Kalsel, Supian HK Tekankan Sinergi Ulama-Umara

Senin, 15 Juni 2026 - 21:25

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:57

PRESTASI CEMERLANG Halida Ulfah asal HSU, Pulang Bawa Medali Emas di Ajang Bergengsi di Filipina

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:36

PATROLI, Sapu Bersih Kejahatan Jaga Keamanan Banjarmasin

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Berita Terbaru

Kalsel

DPRD Kalsel Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Senin, 15 Jun 2026 - 21:25

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca