MURID DAN GURU Terpapar Covid-19, SDN Pengambangan 8 Kembali Daring

MURID DAN GURU Terpapar Covid-19, SDN Pengambangan 8 Kembali Daring

SuarIndonesia – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dijalankan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pengambangan 8 terpaksa dihentikan. Hal itu terjadi lantaran diketahui adanya kabar satu siswa dan satu guru di sekolah tersebut terpapar Covid-19.

Hal itu dikuatkan dengan hasil pantauan, sekolah yang beralamat di Jalan Simpang Pangambangan, RT 10, Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur itu nampak pagar tertutup rapat dengan rantai dan gembok.

Tak terlihat adanya adanya bekas aktivitas belajar mengajar di sekolah. Usut punya usut, berdasarkan pengakuan salah satu warga yang tinggal di sekitar sekolah itu, sejak hari ini, Jumat (16/07/2021), Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Pengambangan 8 diliburkan.

Kondisi tersebut, dibenarkan oleh Sarkamah, orang tua siswa SDN Pengambangan 8 yang tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah.

Saat dibincangi awak media, istri dari penjaga sekolah SDN Pengambangan 8 itu mengatakan, piha sekolah terpaksa menutup aktivitas PTM lantaran adanya siswa dan guru yang sakit

 

 

MURID DAN GURU Terpapar Covid-19, SDN Pengambangan 8 Kembali Daring (2)

 

 

“Kemarin, Kamis (15/07/2021) ada pengumuman dari guru sekolah libur sementara 10 hari. Kabarnya ada siswa dan gurunya yang sakit bergejala Covid-19,” ucapnya pada awak media, Jumat (16/07/2021) siang.

Meski demikian, ibu berusia 38 tahun itu mengaku tidak merasa khawatir dengan adanya kabar tersebut. Karena kedua orang anaknya yang duduk di bangku kelas IV dan V yang juga bersekolah di situ pergaulannya tidak jauh dari rumah.

“Aman saja, tidak terlalu khawatir. Karena mereka berdua mainnya di sekitar rumah saja, tidak jauh. Yang pertama bernama Salsabila Azzahra kelas V dan kedua bernama Nanda Aulia Putri kelas IV,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN Pengambangan 8, Rusmina juga membenarkan, bahwa ada salah seorang siswa kelas IV dan satu orang guru yang terkonfirmasi positif. Ia mengatakan bahwa mereka berdua itu adalah orangtua dan anak.

“Sesuai hasil swab antigen siswa dinyatakan positif. Memang sakitnya kearah gejala Covid-19. Sehingga untuk jaga-jaga kita tutup sementara tanggal 26 Juli mendatang,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (16/07/2021) sore.

Ia menceritakan, kronologi awal mula siswa dan guru bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Mulanya pada hari pertama PTM 12 Juli, siswa dan guru tersebut sempat turun ke sekolah dan masih terlihat segar bugar.

Kemudian pada malam harinya, mereka sekeluarga pergi membesuk mertuanya yang lagi sakit. Setelah hari berikutnya, si anak (siswa) dan ibunya mulai merasakan tidak enak badan.

Namun anehnya, guru yang merupakan ayahnya tetap turun ke sekolah. Padahal jelas, anak dan istrinya sudah dinyatakan positif dari hasil swab antigen.

“Siswa dan ibunya dikabarkan sakit batuk, flu, panas. Lalu siswa bersangkutan minta izin tidak masuk sekolah karena sakit sejak rabu (14/07) lalu,” bebernya.

Kemudian, guru tersebut sempat meminta izin pulang lebih dulu dengan alasan ingin merawat anak dan istrinya yang sedang sakit.

Namun pada malam harinya, guru bersangkutan menghubungi dirinya untuk izin tidak masuk sekolah karena sakit, dengan menyertakan surat keterangan dokter.

“Lalu guru itu melakukan swab antigen juga. Dan ternyata hasilnya positif Covid-19. Yang bersangkutan juga memang belum divaksin karena ada alergi obat dan maag kronis,” ungkapnya.

Lantas, apakah kondisi tersebut sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan setempat?

Terkait hal itu, Rusmi memgaku telah menyampaikan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Kabid Bina SD, Nuryadi. Selain itu, sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan juga telah dilakukan pihaknya secara mandiri.

“Kita tutup sampai tanggal 26 Juli dulu. Sambil menunggu ada laporan dari siswa dan guru kalau ada gejala. Seandainya tidak ada laporan kita laksanakan lagi PTM. Namun kalau ada laporan, kemungkinan kita tutup sampai dua minggu,” pungkasnya.

Namun, saat awak media menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengaku bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait temuan tersebut.

“Nah belum ada laporan. Saya sedang rapat ini. Kalau memang benar itu ada yang positif, PTM di SD tersebut akan ditunda,” ujarnya singkat. (SU)

 398 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: