SuarIndonesia – Pembangunan tugu pal nol Kalsel mulai digarap. Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke 72 Provinsi Kalsel, Senin (15/8/2022), dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan tugu.
Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan berkisar Rp 160 miliar.
Peletakan batu pertama pembangun tugu pal nol Banua tersebut dilakukan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan didampingi Wakil Gubernur, H Muhidin dan Pimpinan Pondok Pesantren Tahfihz Alquran Darussalam Martapura, KH Muhammad Wildan Salman, dan Pimpinan Ponpes Darussalam Martapura, KH Hasanuddin.
Tugu Pal Nol Banua ini sendiri dijadikan kado bagi warga banua di hari jadi ke 72 Provinsi Kalimantan Selatan.
Pembangun tugu pal nol Banua sebenarnya ujar Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor sudah disampaikan Pemprov Kalsel pada Harjad ke-70 tahun 2020 yang akan menjadi ikon Kalsel, karena terjadi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 itu.
Bahkan hingga kini belum benar-benar usai, pembangunan tertunda, hingga pada Harjad ke-72 tahun 2022 ini kembali diwujudkan.
“Jadi kalau di Jakarta itu kan ada Monas, kalau ke Kalsel nantinya tugu 0 KM, jadi kurang resmi kalau mengunjungi Kalsel tidak berfoto di tugu 0 KM,” ujar Gubernur.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, mengatakan tahap awal pembangunan ini dianggarkan sekitar Rp 27 miliar untuk pondasi dasar.
Menurut dia, tugu pal nol Banua ini dikerjakan dengan anggaran secara tahun jamak hingga 2024.
“Sampai selesai menghabiskan dana sekitar Rp 160 miliar,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Agung Dewanto, menambahkan struktur utama tugu nantinya 66 meter. Sementara sisanya adalah hiasan dari tugu yang menjulang hingga 99 meter.
“Tugu ini ada lima lantai yang nantinya akan disewakan untuk franchise dan sisanya menara pandang, sementara di sekitar tugu ada tempat untuk UMKM A dan UMKM B,” katanya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















