MENDADAK HILANG Peta Wilayah Sebaran Covid-19, Ada Apa Dengan Dinkes?

- Penulis

Jumat, 19 Februari 2021 - 20:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Baru-baru ini masyarakat Kota Banjarmasin dibingungkan dengan data sebaran kasus Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.

Pasalnya, dalam rilis yang diposting di Instagram resmi Dinkes Banjarmasin dengan akun @dinkesbanjarmasinnews tersebut terdapat kejanggalan yang membuat masyarakat umum, khususnya para awak media dalam memantau perkembangan kasus virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu.

Hal yang membingungkan tersebut adalah informasi terkait data peta wilayah sebaran Covid-19 yang tiba-tiba saja menghilang.

Bila semula akun tersebut secara lengkap memaparkan kondisi wilayah beserta jumlah sebaran kasus Covid-19 di masing-masing wilayah, kini hal itu tak lagi terlihat.

Yang tersisa, hanya jumlah angka kasus. Baik yang terkonfirmasi positif Covid-19, angka kesembuhan, kematian, kasus aktif, isolasi mandiri dan isolasi di rumah sakit.

Namun, untuk informasi zonasi dan peta wilayah sebaran kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin, tampak tak ditampilkan.

Hal ini, tentu menimbulkan kebingungan. Lantaran tak ada pemberitahuan sebelumnya terkait hilangnya peta atau zonasi sebaran wilayah terkait kasus Covid-19.

Di sisi lain, data yang memunculkan bahwa Kelurahan Pemurus Dalam, yang pada Selasa (16/2/2021) Februari lalu diketahui berubah zona menjadi merah, kini datanya tak lagi ada.

Hal tersebut tentu menimbulkan banyak pertanyaan, seperti yang ditulis oleh salah satu warganet atau netizen di kolom komentar postingan tersebut.

“Peta sebaran kasus harian positif covi19 Kota Banjarmasin per kelurahan kadada kah min? Biasanya ada di slide pertama,” tulis akun @hermaliansyah007.

Kemudian akun @fuad_zazg juga menuliskan pertanyaan yang sama. “Min, data per kelurahan gak ada kah? Seperti biasanya.. terus kenapa dihapus yang sudah di posting min?” Timpalnya.

Baca Juga :   DINAS PUPR Kalsel Dingatkan Hati-hati, Anggaran di Tahun 2025 Capai Rp 2,8 Triliun

Lalu ada lagi komentar netizen yang juga mengkritik atas hilangnya data sebaran kasus Covid-19 tersebut.

“Peta sebaran sudah kadada lagi, karena sudah banyak yang menuju merah lh? Kok komunikasi sense of crisis nya kaya gini? Ngapain ditutup-tutupi? Katakanlah walau itu pahit tuk dikatakan, ketimbang menyembunyikan dan membuat masyarakat menganggap semuanya biasa saja dan positivity rate pun tetap di atas 20an persen, ups,” cetus akun @wargajelatah.

Terkait kesimpangsiuran data tersebut, awak media langsung mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. Namun, upaya itu tak kunjung mendapatkan jawaban.

Dari hasil pantauan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya, juga pernah terjadi hal serupa.

Namun ketika dikonfirmasi, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan bahwa ada kekeliruan sehingga data yang diposting kemudian dihapus.

Namun untuk kasus kali ini, awak media sama sekali tidak menerima jawaban apa pun dari petinggi SKPD yang bersangkutan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDETEKSI 137 Hotspot di Kalteng, Kotim Paling Rawan Karhutla
GEDUNG BARU RS Bhayangkara Diresmikan Kapusdokkes Polri dan Kapolda Kalsel
TERUNGKAP ! Seorang Mahasiswa yang Tabrak Lari Tewaskan Perempuan Petugas DLH Banjarmasin
PASAR BARU Blok Besi Banjarmasin Diamuk Api, Puluhan Toko Ludes
POLSEK Banjarmasin Utara Bantu Korban Kebakaran di Alalak Tengah
KARHUTLA Muncul di 3 Titik Sekaligus
DUGAAN KORSLETING LISTRIK Hanguskan Tiga Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kelayan A
“DISEMBUNYIKAN” Status Pengemudi Mobil Tabrak Lari Tewaskan Petugas DLH Banjarmasin

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:45

KASUS Menyeret Nama Babeh Aldo, Begini Disikapi Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:28

BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:12

TERDETEKSI 137 Hotspot di Kalteng, Kotim Paling Rawan Karhutla

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:03

JAMPIDSUS Hormati Penyidikan Kasus Korupsi dan TPPU di Polri

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:29

DIBONGKAR Polsek Banjarmasin Tengah Jaringan Narkotika, Sita 13 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:54

KPK Tahan Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:25

KARHUTLA Muncul di 3 Titik Sekaligus

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:07

TERCATAT 676 Kasus HIV di Kobar, Separuh Pasien Putus Berobat

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca