SuarIndonesia – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalsel melakukan aksi didepan DPRD Kalsel, Senin (10/6/2024).
Dalam aksinya mereka menyampaikan aspirasi Stop Kriminalisasi, Stop Komersiallisasi Pendidikan dan Batalkan Kebijakan TAPERA.
Ketua DPRD Kalsel Supian HK di dampingi Sekretaris Dewan Muhammad Zaini yang turun langsung menemui massa menyampaikan akan memperjuangkan aspirasi akan ditindaklanjuti dan disampaikan secara langsung ke pusat.
“Kita akan sampaikan tuntutan mereka ke Jakarta bersama Sekretariat dan perwakilan HMI ke pihak terkait di pusat,” ucapnya
Menurut Supian HK tiga poin yang menjadi tuntutan itu, didukung DPRD Kalsel, pasalnya sangat memberatkan pada masyarakat.
“Kita koordinasikan pemberangkatannya dalam penyampian aspirasi, mereka akan didampingi oleh sekretariat DPRD Kalsel,” ujarnya.
Lanjutanya hasil pertemuan nanti dipusat HMI Kalsel diminta melaporkan ke DPRD Kalsel.
Sementara itu, Ketua HMI Badan Koordinasi kalsel Abdi Aswadi mengatakan, dalam aksi yang dihadiri sejumlah perwakilan cabang dari kabupaten di kalsel mendapat respon positif dari Ketua DPRD Kalsel langsung.
“Apa yang menjadi tiga tuntutan dari kami disambut baik langsung oleh ketua DPRD Kalsel H Supian HK,” katanya.
Abdi menyebutkan, tiga poin tuntutan Stop Kriminalisasi Pendidikan dimana menghentikan bentuk komersial dalam bentuk pendidikan dan fokus pada sektor pendidikan. Dan yang ketiga ialah Batalkan Kebijakan TAPERA.
“Ada aktivis yang ditangkap untuk mengungkapkan kebebasan berpendapat dan ternyata dikriminalisasikan, sementara pendidikan seperti UKT sangat memberatkan bagi mahasiswa. Semoga ini bisa ditindaklanjuti,” harapnya (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















