MASIH BEROPERASI Kapal Penumpang Sebelum 6 Mei

MASIH BEROPERASI Kapal Penumpang Sebelum 6 Mei

SuarIndonesia – Sebelum berlakunya larangan mudik pada 6 Mei mendatang, kapal penumpang yang ada di Pelabuhan Trisakti diketahui masih beroperasi.

Hal itu terlihat dalam pantauan di terminal penumpang, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (23/04/2021) siang.

Menanggapi hal itu, Manajer SDM dan Umum PT Pelindo III Regional Kalselteng, Wahyu Eko Yulianto mengatakan bahwa sebelum tanggal 6 Mei, kapal angkutan penumpang masih bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Ya, hari ini masih ada kapal penumpang yang masuk,” ucapnya, Jumat (23/4/2021) siang.

Tidak hanya kemarin saja, pria dengan sapaan Wahyu itu membeberkan bahwa mulai tanggal 24 hingga 30 April mendatang, setidaknya ada sembilan kapal penumpang yang dijadwalkan beroperasi.

Kendati demikian, ketika tanggal 6 Mei, pihaknya mengaku tentu akan selalu mensupport apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah. Termasuk soal larangan mudik.

“Hanya kapal pengangkut barang atau logistik yang akan tetap berjalan. Kapal angkutan penumpang, itu tidak,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak PT Pelindo III Regional Kalselteng juga meluncurkan layanan GeNose C19 bagi calon penumpang kapal laut yang berlokasi di terminal penumpang Pelabuhan Trisakti.

Di pelabuhan terbesar di Kalimantan Selatan ini ada dua bilik layanan GeNose C19 yang dibuka. Pihak Pelindo seniri menyediakan 200 kantong udara untuk para penumpang di setiap harinya.

Biayanya pun lebih murah untuk kantong masyarakat. Dengan biaya sekali pemeriksaan yakni Rp30 ribu saja, calon penumpang bisa mendapatkan diagnosa Covid-19.

Terkait hal itu. Wahyu menuturkan, upaya tersebut dilakukan selain menjadi amanah pemerintah, selaku BUMN pihaknya juga ingin berpartisipasi untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Dengan adanya pemeriksaan di terminal penumpang ini, mereka yang masuk ke kapal sudah bebas dari virus Corona. Perjalanan para penumpang pun bisa jadi lebih aman,” harapnya.

Benar saja, tak lama setelah diresmikan sejumlah calon penumpang tampak memanfaatkan layanan GeNose C19 tersebut.

Salah satunya adalah Andika. Pria yang bekerja sebagai buruh di Banjarmasin ini mengaku ingin berangkat ke Surabaya mengunjungi anaknya

“Saya rasa, adanya GeNose ini memudahkan kami yang ingin bepergian ketimbang swab atau antigen. Termasuk, dalam hal biaya pemeriksaannya,” bebernya.

Ketika ditanya terkait ada larangan mudik, Andika pun menanggapinya dengan santai. Ia, bahkan mengatakan sebaiknya larangan itu ditiadakan saja.

“Solusinya, lebih baik letakkan saja GeNose C19 ini di tiap pos yang dilewati pemudik. Atau di tempat yang ada kerumunan. Jadi, bisa diketahui pemudik mana yang positif Covid-19 atau yang tidak,” tutupnya. (SU)

 284 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: