MASALAH Gizi Balita di Kalsel Masih Ditemukan, 104.276 Diantaranya Mengalami

- Penulis

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Masaah gizi yang dialami balita di Kalsel masih terjadi. Dari ratusan ribu balita yang diukur, 104.276 di antaranya mengalami masalah gizi.

Balita dengan masalah gizi berpotensi alami stunting. Permasalahan stunting saat ini menjadi fokus pemerintah ditanggulngi.

“Stunting memang harus kita atasi bersama, mengingat dampaknya yang serius dimasa depan. Selain aspek kesehatan, kualitas juga akan menurunkan produktifitas, ” jelas Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN RI, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, di sela Puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2024, di Qin Hotel Banjarbaru, pada Selasa (22/7/2024).

Ia menyampaikan, tantangan terbesar di bidang Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan KB adalah masih tingginya prevalensi stunting, sebagai salah satu indikator pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Sscara nasional, meskipun tahun 2023 penurunannya kecil, namun dia tetap bersyukur bahwa upaya penurunan stunting menunjukan tren positif.

Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN RI, Drs. Sukaryo Teguh Santoso

“Kita masih memiliki waktu untuk mencapai target penurunan 14 % di tahun 2024. Jarena itu, berbagai terobosan yang sudah dilaksanakan di Kalimantan Selatan agar terus ditingkatkan.

“Pada Juni yang lalu, kita telah melaksanakan Pengukuran dan intervensi serentak di Posyandu untuk PPS.

Potret Kalimantan Selatan selama gerakan intervensi serentak, dari sasaran jumlah balita 283.839 (Data EPPGBM), sebanyak 279.608 yang diukur (98,51 persen).

Baca Juga :   SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa dengan Wajah Berdarah

Selanjutnya dari jumlah balita yang diukur, terdapat 104.276 (37,29 %persen). Balita bermasalah gizi, dan 1,85 persen atau 1.933 balita yang dilakukan intervensi,” urainya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sejauh ini melaksanakan program germas Cinta Banua.

Program ini berupaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan, sikap dan perilaku anak usia sekolah terhadap budaya hidup sehat.

Sehingga diharapkan dapat tumbuh sebagai pemuda-pemudi usia produktif yang kuat, sehat, dan berdaya saing.

Selain itu, menjawab tantangan yang ada di sektor stunting, Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan terus menggalakkan intervensi pencegahan stunting yang dimulai sejak prenatal, masa kehamilan, dan masa 1.000 hari pertama kehidupan.

“Upaya pencegahan tersebut kami lakukan dengan melibatkan mitra strategis dan kolaborasi lintas sektor, ” tandas Roy.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN POLISI Terduga Pelaku Penipuan Arisan Online, Para Korban Berharap Hukuman Diberikan jadi Efek Jera
DPRD KALSEL Apresiasi Terselenggaranya Road Safety Week.2026
RATUSAN PESERTA Berkompetisi “Road Safety Week” SDC Ditlantas Polda Kalsel
KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu
BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG
PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan
KALIMANTAN 10 Besar ISPU Tertinggi, Kotim di Posisi Teratas
POLICE LINE Lokasi Dugaan Tambang Emas di Palau Aranio

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:22

ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana

Rabu, 2 September 2026 - 21:48

FIRMAN YUSI Bantu Operasional Tiga UPBS di Tabalong dan Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 21:44

SOSPER Penyelenggaraan Kesehatan, Begini Himbauan Ketua Dewan Kalsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29

KEGIATAN Sosial Kemanusiaan Kejati Kalsel Donor Darah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28

LANJUT BAHAS Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca