‘LAWAN’ CHINA dengan Investasi Arab-Jepang

- Penulis

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 21:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

SuarIndonesia – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Indonesia semestinya tidak hanya mengandalkan investasi dari China. Pasalnya negara-negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, hingga Arab Saudi juga sebenarnya berpotensi menanamkan investasi di Indonesia.

Kecenderungan investasi China, lanjutnya, malah bikin Indonesia identik dengan penanaman modal dari negara Tirai Bambu saja.

“Ketika ada investasi dari sahabat kita, dari negara Arab Saudi mau masuk kok tidak terjadi? Nanti selalu bahasnya ‘oh investasi kok dari China saja’. Nah sebenarnya kan ada investasi dari Jepang, dan Korea juga tidak terdengar. Apalagi Arab Saudi,” ujar Erick kepada awak media di Gedung PUPR, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10).

Diketahui, perusahaan minyak raksasa asal Arab, Saudi Aramco, misalnya telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam jual beli minyak mentah jenis Arabian Light Crude.

Selain itu, Saudi Aramco juga kemungkinan menjadi rekan bisnis Pertamina dalam pengembangan Kilang Cilacap. Namun, kedua pihak belum menandatangani Joint Venture Development Agreement (JVDA).

Baca Juga :   PRESIDEN PRABOWO Targetkan IKN Jadi Pusat Pemerintahan Politik 4-5 Tahun Mendatang

Lobi investasi kilang Cilacap sudah berjalan selama 5 tahun. Indonesia sendiri sebenarnya sudah melakukan pendekatan ke Saudi Aramco sejak 2014 untuk berinvestasi di Kilang Cilacap.

“Apalagi dari Arab Saudi sekarang. Ini ada sahabat mau investasi, malah sudah 5 tahun tidak jadi, akhirnya keluarlah isu [investasi China], ini hal yang saya rasa harus dihindari,” kata Erick.

Pada awal kepemimpinan Jokowi pada 2015 lalu, nilai perdagangan China-Indonesia melejit menjadi US$48,2 miliar jika dibandingkan pada 2005 lalu yang hanya mencapai US$8,7 miliar.

Kini, China juga menggantikan Jepang sebagai mitra dagang terbesar Indonesia. Pada era Jokowi, pemerintah menggandeng China untuk berinvestasi di sejumlah proyek infrastruktur besar negara, salah satunya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel
TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital
LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja
KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 17:58

DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca