KULIAH TATAP MUKA Segera Digelar ULM

KULIAH TATAP MUKA Segera Digelar ULM

SuarIndonesia – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berencana malaksanakan perkuliahan tatap muka. Hal tersebut dikatakan Rektor ULM Banjarmasin, Prof Sutarto Hadi usai mewisuda 1.113 mahasiswanya yang dilakukan secara Daring.

“Kita bertekad di semester depan tahun ajaran baru kita sudah kembali membuka kampus perkuliahan,” katanya Rabu (2/6/2021) siang.

Pelaksanaan perkuliahan tatap muka sudah mengantongi izin dari Kementerian Pendidikan RI. Hal itu disampaikan Menteri dalam rapat belum lama tadi. Memang tidak ada paksaan, karena itu diserahkan sepenuhnya pada perguruan tinggi masing-masing.

“Bahkan Menteri Pendidikan sudah menyarankan saat rapat,” ucapnya.

Lanjutnya pula, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya mengenai kondisi daerah. Jika zona merah tidak di sarankan, sebab khawatir malah dapat menimbulkan penyebaran.

“Masih ditemukan warga yang terpapar virus COVID-19, tapi sejauh ini pemerintah daerah, kabupaten kota hingga provinsi bisa terkontrol,” ucapnya.

Sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan pemerintah daerah, tampaknya sudah dijalankan masyarakat. Sehingga dapat menekan penyebaran virus mematikan tersebut.

Ia juga memastikan, jika proses perkuliahan resmi diberlakukan, akan menerapkan prokes ketat. Tidak hanya terhadap mahasiswa tapi juga dosen. Misalnya penggunaaan masker, menyiapkan handsanitizer di setiap pintu masuk kelas.

“Intinya kalau kita bisa menjaga prokes dalam perkuliahan, tidak ada alasan untuk tidak membuka kampus,” jelasnya.

Dalam prosesnya nanti pembelajarannya akan dikombinasi secara tatap muka dan daring. Sebab sejak pandemi melanda Banua, mahasiswa sudah mulai terbiasa dengan belajar daring.

“Pandemi ini ada hikmahnya, mahasiswa maupun dosen terbiasa dengan gadget,” ucapnya.

Jika ada penolakan orang tua mahasiswa maupun mahasiswa yang menolak rencana perkuliahan tatap muka? Sutarto memahami kekhawatiran itu, namun kampus juga punya peraturan yang harus ditaati.

Misalnya soal tingkat kehadiran. Persentase kehadirannya harus 80 persen tiap semester. Namun karena kondisi pandemi mungkin bisa dikurangi menjadi 50 persen. Apabila satu semester ada 16 kali pertemuan, artinya hanya 8 kali pertemuan saja, sisanya secara daring.(SU)

 241 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: