KPU: 71 Petugas Pemilu Meninggal Dunia hingga 18 Februari

- Penulis

Selasa, 20 Februari 2024 - 00:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengatakan 71 petugas yang meninggal itu terdiri dari petugas KPPS serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa hingga kecamatan. [CNNIndonesia/Andry Novelino]

Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengatakan 71 petugas yang meninggal itu terdiri dari petugas KPPS serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa hingga kecamatan. [CNNIndonesia/Andry Novelino]

SuarIndonesia — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat sebanyak 71 orang petugas Pemilu 2024 meninggal dunia berdasarkan sepanjang 14 hingga 18 Februari.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan 71 petugas yang meninggal itu terdiri dari petugas KPPS serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa hingga kecamatan.

“Pada peak season yang bebannya berat pada tanggal 14 Februari sampai dengan tanggal 18 Februari 2024, dalam catatan kami yang meninggal ada 71 orang dengan rincian; anggota PPK ada 1 orang di tingkat kecamatan,” kata Hasyim dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024) dikutip CNNIndonesia.

“Kemudian anggota PPS di tingkat desa-kelurahan ada 4 orang, kemudian anggota KPPS di tingkat TPS ada 42 orang, kemudian Linmas yang menjaga keamanan kegiatan penghitungan pemungutan suara yang meninggal 24 orang,” sambungnya.

Hasyim menambahkan terdapat 4.567 petugas pemilu yang mengalami sakit selama bertugas.

“Dengan rincian di tingkat kecamatan atau PPK 136 orang, di tingkat PPS desa kelurahan ada 696 orang, kemudian anggota KPPS di tingkat TPS ada 3371 orang, untuk Linmas yang sakit ada 364 orang,” jelas dia.

Namun, kata Hasyim baru 4 keluarga petugas Pemilu meninggal yang diberi santunan. Ia beralasan pemberian santunan harus melalui proses verifikasi data terlebih dahulu.

“4 orang anggota badan ad hoc yang meninggal. Dari tadi (data) yang saya sampaikan 71 orang yang meninggal, santunan yang sudah disalurkan sampai saat ini ada 4 orang,” ujarnya.

Hasyim memastikan akan terus memantau dan menjamin perlindungan kesehatan-sosial seluruh petugas Pemilu hingga proses penetapan hasil Pemilu rampung pada 20 Maret mendatang.

Menurutnya, eluruh petugas pemilu masih bekerja baik untuk hadir dalam rekapitulasi suara berjenjang atau melakukan pemungutan suara ulang akibat tertunda.

Baca Juga :   FINAL PIALA AFF Futsal 2024: Indonesia Juara Libas Vietnam 2-0

Bawaslu Catat 27 Pengawas Pemilu Meninggal hingga 19 Februari 2024
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyatakan ada 27 pengawas Pemilu 2024 yang meninggal dunia. Jumlah itu berdasarkan data Bawaslu RI dari 2023 hingga Senin (19/2/2024).

Anggota Bawaslu Herwyn J H Malonda mengatakan ada pula 322 pengawas pemilu dalam penanganan kesehatan, 147 pengawas pemilu disebut menjalani rawat inap.

“Data di kami update sampai hari ini 19 Februari 2024, itu datanya dari 2023 sampai dengan 19 Februari 2024 dalam penanganan ini ada 1.322, untuk rawat jalan 177, rawat inap 147, kecelakaan 71, meninggal dunia ada 27,” kata Herywn dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (19/2/2024).

“Dengan rincian 7 orang (meninggal) di 2023, 7 orang (meninggal) dari 1-13 Februari 2024 dan 13 orang (meninggal) dari 14 Februari sampai 19 Februari saat ini,” imbuhnya.

Herwyn menegaskan data ini masih dinamis berdasarkan laporan-laporan yang diterima Bawaslu atau bisa berubah. Ia juga masih menunggu laporan dari pengawas pemilu di luar negeri.

Herwyn mengaku bakal terus mengawasi jajaran pengawas pemilu yang masih menjalankan tugas diseluruh tempat mereka ditugaskan.

“Terutama penghitungan dan pemungutan suara terkait dengan dua hal, pemungutan dan penghitungan suara ulang di tps, dan terkait dengan pemilu lanjutan atau susulan dari kondisi tertentu,” jelas dia.

Sebelumnya, KPU juga telah mengungkap jumlah petugas Pemilu 2024 yang meninggal dunia akibat menjalankan tugas. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau
14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi
JASAD MEMBUSUK Tergantung di Pohon Ditemukan Seorang Pelajar
JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi
SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 02:04

RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Senin, 6 April 2026 - 21:08

TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Senin, 6 April 2026 - 00:05

TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Rabu, 1 April 2026 - 13:43

PENGGELEDAHAN Selain Kantor PT MCM di Kalsel Tim Kejaksaan Sasar KSOP Banjarmasin, Terkait Korupsi Tambang Samin Tan

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:05

52 ASN Kalteng Disanksi, tak Hadir tanpa Keterangan

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:36

234 PELAJAR SMPN 1 Muara Teweh Siap Ikuti TKA Berbasis Chromebook

Berita Terbaru


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

Foto ilustrasi Selat Hormuz. (Anadolu)

Internasional

CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz

Senin, 13 Apr 2026 - 23:17

Sanitiar Buhanuddin, Jaksa Agung RI. (Puspenkum Kejagung)

Hukum

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Senin, 13 Apr 2026 - 23:02

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca