SuarIndonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban tenggelam di Bukit Batu, Sungai Luar, Minggu (14/8/2022).
Melalui UPT Tahura Sultan Adam selaku pengelola kawasan tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel juga siap membantu mengurus asuransi korban.
Menurut kronologis kejadian, korban tenggelam memang sudah diperingatkan oleh petugas kebersihan di sana agar tidak berenang di danau, sebab di lokasi juga sudah terpasang papan dan tanda seruan untuk tidak berenang.
Pihak keluarga pun menuturkan bahwa korban berenang bersama sama orang lainnya.
Ketika berenang korban sempat meminta tolong kepada keluarga, namun keluarga mengira hal tersebut hanyalah candaan, dan naas ternyata korban benar-benar tenggelam.
Petugas Tahura langsung melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya korban menggunakan tiga buah kapal motor dengan dibantu oleh warga dan keluarga.
Setelah 30 menit melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan. Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama oleh pengunjung yang berprofesi sebagai perawat dengan tindakan CPR.
Namun setelah 20 menit melakukan pertolongan pertama, korban belum juga sadar.
Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Karang Intan 2 Sei Alang. Sesampainya di Puskesmas korban dinyatakan meninggal dunia.
Setelah dinyatakan meninggal, keluarga korban membuat penyataan tidak perlu divisum, dan jenazah dibawa pulang dengan menggunakan ambulan ke rumah duka di Desa Kampung Baru, Kecamatan Mataraman.
Menanggapi kejadiani, Kadishut Kalsel Fathimatuzzahra mengucapkan belasungkawa nya kepada keluarga korban.
Fathimatuzzahra juga menghimbau masyarakat yang mengunjungi wisata Bukit Batu Sungai Luar agar taat terhadap aturan yang telah ditetapkan untuk keselamatan dan kenyaman bersama.
“Kami segenap jajaran Dinas Kehutanan mengucapkan turut berduka cita, semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Kami juga menghimbau kepada seluruh pengunjung agar menaati peraturan yang sudah ditetapkan, ini demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama,” ucap Fathimatuzzahra.
Lebih lanjut, Kadishut yang akrab disapa ‘Aya’ mengatakan akan memasang papan peringatan larangan berenang yang lebih banyak dan besar di lokasi wisata.
Dan jika aliran listrik sudah terpasang, akan dilakukan himbauan melalui pengeras suara secara terus menerus untuk tidak berenang.
“Kami akan tempatkan juga petugas kesehatan khusus di lokasi wisata, tentunya dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait yang berwenang.
Dan juga akan kami tambahkan lagi petugas penjaga yang bertugas menghimbau pengunjung untuk tidak berenang di lokasi wisata,” tutup Aya. (adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















