SuarIndonesia – Ada sejumlah tantangan dihadapi, salah satunya keterbatasan anggaran promosi.
Dimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah menyusun sejumlah dokumen kajian potensi investasi atau Investment Project Ready to Offer (I-PRO).
Dokumen dinilai penting karena menjadi acuan utama para calon investor dalam menilai kepastian dan kelayakan investasi di daerah.
Selain itu, Kalsel juga tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang kini masih dalam pembahasan di DPRD.
“Perda nantinya akan memberikan kepastian hukum serta berbagai kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Lambung Mangkurat,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, pada Selasa (22/7/2025).
Endri mengakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi, salah satunya keterbatasan anggaran promosi.
Sebelumnya, promosi investasi secara nasional banyak difasilitasi oleh BKPM RI melalui berbagai event.
Namun saat ini pola promosi itu tidak lagi dilakukan, sehingga daerah perlu berinovasi dalam memperkenalkan potensi investasinya.
“Karena itu, kami mulai mengoptimalkan promosi investasi digital.
Salah satunya melalui aplikasi Bekantan yang kini sudah tersedia di Playstore,” ucapnya.
Aplikasi tersebut menampilkan seluruh potensi investasi yang ada di Kalimantan Selatan.
Bahkan, DPMPTSP Kalsel berencana mengembangkan aplikasi tersebut ke dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Mandarin, untuk menjangkau investor internasional.
Endri berharap, dengan program-program prioritas ini, Kalsel mampu menarik lebih banyak investor.
“Investasi bukan sekadar hitungan satu atau dua tahun.
Dampaknya jangka panjang, bisa menumbuhkan sentra ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Selain itu, pemprov juga terus mendorong masuknya investasi sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Investasi menjadi sektor yang sangat cepat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Ia memaparkan, beberapa kegiatan prioritas yang diusulkan untuk tahun 2026 berangkat dari visi-misi Gubernur, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Karena itu, kami berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” katanya.
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Kalsel saat ini masih berada di kisaran lima persen, seiring dengan capaian realisasi investasi yang masuk.
Namun, Pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat secara bertahap hingga mencapai delapan persen pada tahun 2029.
“Setiap tahun kami upayakan peningkatan satu hingga dua persen.
Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan masuknya lebih banyak investasi,” tutupnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















