Suarindonesia – Siti Khadijah, seorang yang taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah SAW, salah satu suri tauladan yang bisa diambil.
Itulah intisari dari kekegiatan manaqib istri Rasullulah SAW, dan menjadi inspirasi Jemaah Majelis Ta’lim Nur Arina.
Ratusan jemaah, termasuk warga dari Kelayan A hingga padati atau memenuhi Majelis Ta’lim Nur Arina Jalan Kelayan A Banjarmasin, Selasa (21/5) sore.
Bahkan hadir juga sahabat H Din Jaya yakni Ketua Pemuda Islam Kalsel, HM Hasan dan sejumlah aktivis LSM serta ormas lainnya.
Seperti pada tahun tahun sebelumnya memasuki 17 Ramadhan digelar silaturahmi sekaligus buka bersama. Ada yang berbeda dibanding sebelumnya yakni untuk tausiyah tahun ini majelis ta’lim pimpinan H Din Jaya ini khusus mendatangkan Habib Jaffar Assegaf asal Palembang, seorang dai muda yang dikenal lewat Majelis Nurul Musthofa.
Habib Hasan dalam tausiyahnya membacakan manaqib istri Nabi Muhammad SAW yakni Siti Khadijah yang bisa menjadi suri tauladan dan inspirasi bagi wanita di era millenial sekarang ini.
Sementara Ketua Majelis Ta’lim Nur Arina H Din Jaya, disela buka puasa bersama mengatakan, kegiatan yang digelar ini sudah rutin dan setiap tahun.
“Ini yang ke 15 kalinya dan semua momen silaturahmi dengan warga sekitar dan jemaah sekaligus juga menjadi bahan renungan yang diambil dari intisari tausiah,’’ ucap Din Jaya yang juga Ketua LSM Forpeban Kalsel.
“Sekaligus menjadi bahan renungan yang diambil dari intisari tausiah melalui manaqib isteri Nabi Muhammad SAW,’’ tambahnya.
Banyak diambil suri tauladan dimana diantaranya mengajarkan hidup ini agar tidak sombong. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















