KEPALA BNPT: Tetap Waspada Meski “Zero Terrorist Attack”

- Penulis

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan Rakernas BNPT dengan tema

Pembukaan Rakernas BNPT dengan tema "Melindungi Perempuan, Anak dan Remaja Indonesia" yang juga dihadiri Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari 34 provinsi dan dua FKPT yang sudah dibentuk tingkat kabupaten, yakni Lebak dan Jepara di Jakarta, Selasa (20/2/2024). [ANTARA/iskandar Zulkarnaen]

SuarIndonesia — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) mengungkapkan alasan tetap waspada meski selama 2023 tidak ada serangan teroris secara terbuka atau “zero terrorist attack” , yakni terkait fenomena teori gunung es.

Alhamdulillah, sepanjang 2023 tidak ada satupun serangan teroris secara terbuka yg terjadi di Indonesia atau zero terrorist attack. Namun demikian kita harus tetap waspada, apa yang terjadi kini dan berbagai serangan terbuka hanyalah fenomena yang muncul di atas permukaan dalam sebuah teori gunung es,” kata Kepala BNPT Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Hal itu diungkapkan pada pembukaan Rakernas BNPT dengan tema “Melindungi Perempuan, Anak dan Remaja Indonesia” yang juga dihadiri Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari 34 provinsi dan dua FKPT yang sudah dibentuk tingkat kabupaten, yakni Lebak dan Jepara.

Ia menyebut bahwa “zero terrorist attack” di Indonesia selama 2023 merupakan prestasi yang luar biasa dan fenomena yang menjadi perhatian dunia namun ia mengingatkan agar jangan lemah dengan keberhasilan itu.

Indonesia sebelumnya setiap tahun selalu mencatat terjadi serangan teroris dan sebuah negara memiliki sel jaringan teroris yang aktif namun mampu mencatat sejarah tidak ada satupun serangan terorisme secara terbuka sepanjang tahun 2023.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari Densus 88 Polri didukung oleh TNI dan seluruh masyarakat Indonesia melakukan penegakan hukum efektif, masif dan proaktif. Terima kasih Polri, terima kasih TNI, dan juga seluruh masyarakat Indonesia,” katanya seperti dilansir AntaraNews.

Namun demikian semua pihak diminta tetap waspada dan ia menjelaskan maksud fenomena yang muncul di atas permukaan dalam sebuah teori gunung es.

Ia menjelaskan bahwa ada fenomena di bawah permukaan, yakni terjadi tren peningkatan konsolidasi dan proses radikalisasi dengan tiga indikator, pertama, penguatan sel-sel terorisme yang ditunjukkan semakin meningkatnya jumlah pelaku yang ditangkap serta jumlah penyitaan senjata, amunisi, dan bahan peledak ketimbang dari tahun sebelumnya.

Kedua, terjadi peningkatan “fund raising” atau pengumpulan dana dengan menggunakan berbagai cara dan memanfaatkan berbagai momentum.

Baca Juga :   NASIB !! Tiga Terdakwa Korupsi Jamban Sehat, Eksepsi Ditolak Majelis

“Ketiga, terjadi peningkatan proses radikalisasi dengan sasaran pada tiga kelompok rentan, yakni perempuan, anak-anak serta remaja,” paparnya.

Dilakukan secara masif

Hal lain yang jadi sorotan, yakni proses radikalisasi dilakukan secara sistematis, masif dan terencana dengan memanfaatkan “jubah keagamaan” serta memanipulasi simbol-simbol dan atribut agama. Pola serangan terorisme sudah berubah dari “hard” menjadi “soft approach” dari “bullet” menjadi “ballot strategy.”

Data BNPT 2023 menunjukkan perempuan, anak dan remaja menjadi kelompok terbanyak target radikalisasi baik secara tatap muka maupun daring yang menjadikannya kelompok rentan proses radikalisasi.

Data ini juga diperkuat dengan hasil penelitian Setara Institute, salah satu kolaborator BNPT yang menunjukkan terjadinya peningkatan migrasi radikalisasi di kalangan remaja, dari kelompok toleran menjadi intoleran pasif, dari pasif menjadi aktif, dan dari aktif menjadi terpapar pada 2016-2023.

“Meski peningkatan migrasi masih satu digit namun kelompok rentan ini adalah generasi penerus bangsa,” katanya sambil memperlihatkan data grafik di layar.

Dapat dibayangkan, jika generasi penerus bangsa ini disusupi paham radikal, yang bahan baku utamanya adalah intoleransi, tidak dapat menerima perbedaan, merasa paling benar, dan memaksakan kebenaran kepada orang atau kelompok lain, yang tidak sepaham dianggap lawan, berhadapan, harus dihancurkan, dikafirkan, dan dihalalkan darahnya, maka saat itu sesungguhnya akhir dari perjalanan sejarah NKRI.

“Jika kita abai dan lengah untuk membangun ketahanan generasi muda dari ideologi kekerasan radikal terorisme, sama saja mewariskan bom waktu dan kehancuran Indonesia di masa depan. Ini tantangan utama penanggulangan terorisme di Indonesia saat ini,” paparnya.

Pada acara itu, hadir Plt Menko Polhukam, yakni Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian yang juga Mendagri, MenPAN RB, Abdullah Azwar Anas, Satgas Penanganan WNI yang terasosiasi teroris, Kadensus 88 AT Polri, berbagai perwakilan organisasi Internasional serta perwakilan dari negara mitra antara lain AS, Arab Saudi, Australia, Irak, Inggris, Maroko, Tiongkok, dan Suriah. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KERIBUTAN SEKELOMPOK REMAJA Bersenjata Tajam di Keramat Banjarmasin, Polisi Bertindak
PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden
SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik
WFH ASN Setiap Jumat: Kinerja Diawasi Ketat!
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH
DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM
KASUS KORUPSI PETRAL: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk Riza Chalid

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Jumat, 10 April 2026 - 22:49

WFH ASN Setiap Jumat: Kinerja Diawasi Ketat!

Jumat, 10 April 2026 - 22:40

KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara

Jumat, 10 April 2026 - 22:35

PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH

Kamis, 9 April 2026 - 23:26

DIKUKUHKAN GELAR DOKTER pada Kapolda Kalsel dan Istri bersama Ribuan Wisuda ULM

Kamis, 9 April 2026 - 22:01

KASUS KORUPSI PETRAL: Kejagung Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk Riza Chalid

Kamis, 9 April 2026 - 20:41

SKEMA HAJI tanpa Antrean Dikaji

Kamis, 9 April 2026 - 00:00

PRESIDEN PRABOWO: Tertibkan SPPG Jalankan MBG tak Sesuai Juknis

Berita Terbaru

Petugas karantina saat mengamankan kura-kura dilindungi yang disamarkan dalam bentuk paket di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Karantina Kalsel)

Kalsel

PENYELUNDUPAN 179 Ekor Kura-kura Digagalkan

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:44

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca