4.412 Napi Perlu Perlakuan Khusus

4.412 Napi Perlu Perlakuan Khusus
Teks foto: Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami ./ Istimewa

Suarindonesia – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menginisiasi lahirnya aturan khusus tentang Standar Perlakuan Khusus bagi Tahanan dan Narapidana Lanjut Usia (Lansia) Dunia melalui The Jakarta Rules.

Melalui Rilis yang dikirim ke redaksi Suarindonesia.com, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan ihwal untuk terwujudnya The Jakarta Rules , pihaknya akan mengawali dengan seminar tentang Perlakuan Narapidana dan Tahanan Lansia, International Seminar on Handling of Elderly Prisoners.

“Untuk Seminar akan dihadiri oleh 12 negara, ASEAN dan negara Jepang, China dan Korea Selatan yang akan digelar pada tanggal 16 – 19 Oktober 2018, di Jakarta,” ucapnya saat membuka FGD Perlakuan terhadap Tahanan dan Narapidana Lansia di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya, hasil seminar Internasional tersebut ditargetkan akan menghasilkan deklarasi tentang Standar Perlakuan terhadap Narapidana dan Tahanan Lansia yang ditandatangani dan disetujui negara – negara peserta seminar.

” Tentunya kita akan melewati proses – proses hingga terbitnya The Jakarta Rules, tentunya kita harapkan inilah Legacy yang Indonesia persembahkan kepada dunia tentang bagaimana standar perlakukan terhadap Narapidana dan Tahanan Lansia, ” terangya.

Sementara itu, Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Yunaedi mengungkapkan jumlah tahanan dan Narapidana Lansia yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu sebanyak 4.412 orang. Oleh karena itu, perlunya aturan khusus tentang Standar Perlakuan bagi Narapidana dan Tahanan Lansia, karena sudah dianggap urgen sebagai bagian dari kelompok rentan.

Hal tersebut disepakati oleh seluruh peserta FGD. “Dalam seminar nanti, semua negara peserta akan memaparkan, sharing knowledge tentang konsep perlakuan narapidana dan Tahanan Lansia,” pungkasnya. (BY)

 232 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: