SuarIndonesia – DPRD Provinsi Kalsel bakal memanggil Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi dalam waktu dekat, terkait kejanggalan dalam proyek bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat pada SMKN 2 Pelaihari.
“Dalam minggu ini kita akan panggil Dinas terkait untuk dimintai keterangan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel HM. Lutfi Saifuddin kepada awak media.
Menurut Lutfi, adanya temuan kejanggalan ini saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada awal bulan tadi, dalam rangka monitoring dan mengetahui sejauh mana pelaksanaan proyek bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat tersebut.
Dirinya berharap, dengan adanya temuan ini semoga dapat terselesaikan dengan baik nantinya, agar Dana tersebut dapat terlaksana tepat guna, dan bisa meningkatkan derajat pendidikan di Kalsel.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga menjelaskan, kejanggalan tersebut terlihat dari ketidak cocokan permintaan atau usulan pihak sekolah, setelah melihat hasil yang diselesaikan pihak kontraktor,
“Usulan pihak sekolah seperti ini, ternyata hasil yang diselesaikan pihak kontraktor beda dengan yang diusulkan,” ucapnya
Meski untuk 2022 DAK di Kalsel ada kenaikan sekitar 116 M yang terbagi untuk SMK, SMA, dan SLB. namun serapannya turun hanya 70 persen.
“Informasi dari Dinas Pendidikan serapan kita turun dikarenakan penawaran dari kontraktor rendah,”ujarnya
Dengan rendahnya penawaran dari kontraktor, ujarnya ini sangat kita khawatirkan, hanya ingin mendapatkan proyek, para kontraktor bisa adu murah.
“asalkan dapat proyek namun tidak memikirkan kualitas, ini yang kita khawatirkan,”
Lutfi juga mengingatkan, kualitas dari kontraktor perlu kiranya di evaluasi, yang melakukan proyek kurang baik perlu ditinjau ulang untuk proyek yang berikutnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















