Kawasan Kumuh Tersisa di Banjarmasin 145 Ha

Kawasan Kumuh Tersisa di Banjarmasin 145 Ha

Suarindonesia – Sampai Januari 2019 Kota Banjarmasin masih menyisakan kawasan kumuh seluas 154 hektare, baik berupa kawasan kumuh daratan maupun kawasan kumuh bantaran sungai.

‘’Insya Allah penanggulangan kawasan kumuh ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019 dengan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melalui dua jalur dari APBD dan dari APBN yang disalurkan kementrian,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir H Achmad Fanani Syaefudin kepada awak media, Senin (14/1).

Dengan sisa kumuh di tahun 2019 Kota Banjarmasin yang masih menyisakan kawasan kumuh sekitar 154 hektare dengan persentasi keberhasilan di tahun 2018 sekitar 180 hektare.

‘’Memang tahun 2019 kita menargetkan habis kawasan kumuh tersisa yaitu sekitar 154 hektare dengan wilayah kumuh terbanyak di Banjarmasin Selatan, tapi tetap keseluruhan akan kami tuntaskan,” ucapnya.

Dikatakan, persentasi kawasan kumuh di Banjarmasin lebih banyak di daratan yaitu sekitar 60% dan kawasan bantaran sungai yaitu sekitar 40% dengan tujuh indikator kumuh dari kementerian.

Dari kawasan kumuh ini ada tujuh indikator ini meliputi sanitasi, irigasi, drainase, penanganan sampah, fasilitas penanganan kebakaran, serta ruang terbuka hijau (RTH) yang harus ada di masing masing wilayah.

Sedangkan anggaran dari APBD Kota Banjarmasin tahun 2018 untuk mengentaskan kekumuhan Fanani menyebutkan, Rp10 miliar, dan dari APBN melalui program Kotaku sekitar Rp34 miliar.

‘’Meski belum tahu berapa anggaran yang dkucurkan dari APBN oleh kementerian, namun biasanya sama dari tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2018 kemarin sekitar Rp34 miliar untuk menata serta mengentaskan kawasan kumuh,” demikian Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir H Achmad Fanani Syaefudin.(SU)

 281 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: