SuarIndonesia – Sebanyak lima kasus ginjal di Kalsel sempat dicurigai kasus gagal ginjal akut atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).
Dari lima kasus itu, dua di antaranya sudah dipastikan bukan kasus ginjal akut.
“Dua kasus sudah dipastikan bukan ginjal akut atau gagal ginjal misterius. 1 kasus karena penyakit bawaan dan 1 kasus lagi diaebabkan DBD, sebab akibat DBD juga bisa menyebabkan ginjalnya terserang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Dr. Diauddin.
Ia menambabkan, 2 kasus tersebut dipastikan bukan gagal ginjal misterius setelah dilakukan verifikasi.
Disebutkan, yang masuk kriteria gagal ginial akut adalah gagal ginial yang tidak diketahui penyebabnya.
“3 kasus lainnya masih diverifikasi. Jika ditemukan penyebabnya maka bukan masuk kriteria gagal ginjal misterius. Yang namanya gagal ginjal sudah ada sejak lama,” bebernya.
Pria yang akrab disapa Dr. Dia, itu memastikan tidak semua gagal ginjal masuk kriteria gagal ginjal akut.
Gagal ginjal akut atau misterius hanya untuk gagal ginjal yang tidak ada penyebabnya.
“Tiba-tiba terkena gagal ginjal aja tanpa adanya penyebab awal.
Kalau gagal ginjal biasa banyak penyebabnya.
DBD bisa sebabkan gagal ginjal, auto imun juga demikian.
Jadi ketika ditemukan kasus gagal ginjal dicek dulu penyebabnya,” bebernya.
Antisipasi sementara, lanjutnya, sesuai edaran Menteri Kesehatan seluruh fasilitas kesehatan (fasken) tidak diperkenankan gunakan semua jenis obat sirup sampai adanya edaran berikutnya.
Penghentian penggunaan obat sirup itu langkah kewaspadaan, sampai ditemukan penyabab pasti gagal ginjal akut.
“Memang belum bisa dipastikan penyebabkan apakah karena obat sirup atau faktor lain, tapi bentuk kewaspadaan obat sirup jangan digunakan dulu.
Diganti dengan puyer atau tablet yang digerus.
Jika ditemukan gagal ginjal segera berobat dan bawa ke faskes,” ucap Dia. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















