KASUS “BERDARAH” di SPBU Direkaulang Kepolisian, Tersangka Peragakan 10 Adegan

SuarIndonesia -Kasus “berdarah”  di SPBU di Kawasan Gubernur Soebarjo Lingkar Selatan, Banjarmasin Selatan, direkaulang pihak Kepolisian dengan 10 adegan yang langsung dipergakan oleh tersangka, Selasa (3/1/2023).

Ini dilaksanakan Jajaran Polsek Banjarmasin Selatan, dan 10 adegan bagimana tersangka Asni alias Eteng (43), warga Jalan Gubernur Soebarjo Banjarmasin Selatan.

Dari awal hingga kejadian melakukan penganiayaan sampai berujung tewasnya Ahmadi alias Japang (30) warga Jalan Handil Palung Banjarmasin Selatan.

Dimana peristiwa, Jumat (16/12/2022) malam, sekitar pukul 22.30 WITA. Dalam rekonstruksi, sosok  korban diperankan oleh warga setempat serta dihadiri para saksi.

Jalannya rekonstruksi berjalan lancar dipimpin Kapolsekta Banjarmasin Selatan, Kompol Eka Saprianto, SIk MM, diwakili oleh Kanit Reskrim, Iptu Herjunaidi.

Pada saat itu tersangka sedang mengantri BBM solar di SPBU, lalu tersangka didatangi saksi Amat.

Waktu itu Amat bercerita kepada tersangka bahwa terpal mobil truknya sobek akibat di pepet mobil truk temannya yakni korban.

Lalu tersangka menyuruh saksi Amat untuk membicarakan dengan korban. Sebelum terjadinya perkelahian, saksi Amat sempat mengeluarkan kata bahwa dia tidak berani.

Lalu tersangka yang hanya berjarak sekitar 10 meteran langsung mendatangi korban sembari ucap ada masalah apa ini sesama kekawanan.

“Kalau ada masalah kita selesaikan” Lalu korban juga mengatakan bahwa kampung orang ini.

Akibatnya tersangka kembali mengeluarkan kata “kamu mau tahu siapa aku ini”.

Tersangka mengeluarkan senjata tajam (sajam) yang terselip di pinggang, langsung menusukannya di bagian perut kiri sembari bersuara “mau lagi kah”.

Korban pun hanya bisa bersuara satu kata yaitu ampun, lalu korban lari sambil memegang perutnya, hingga akhirnya jatuh ke tanah tepatnya pengisian ulang SPBU.

Dari keterangan tersangka Eteng, mengaku menyesal apa yang sudah dilakukannya inj, bahwa dirinya nekat melukai korban karena terpancing emosi.

“Saat itu saya menegur korban untuk membetulkan terpal mobil truck teman yang parkir antri di SPBU,” katanya.

Namun, korban mengeluarkan kata-kata  tidak mengenakan hati,” kata Eteng.

Sebelumnya, Eteng mengaku mau menyerahkan diri untuk diproses hukum, setelah dibujuk oleh pihak Polsek Banjarmasin Selatan.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Eka Saprianto, SIk, MM, melalui Kanit Reskrim, Ipda Herjunaidi, bahwa rekonstruksi diadakan di halamam Mapolsekta, untuk menghindari hal tak dinginkan . (DO)

 453 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!