Kasi Bimas Islam Kemenag Balangan : Calon Pengantin Diharapkan Terbebas dari Narkoba

- Penulis

Kamis, 19 Desember 2024 - 16:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Wahid Noor Fajeri.

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Wahid Noor Fajeri.

Suarindonesia – Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Wahid Noor Fajeri, menekankan pentingnya calon pengantin (catin) terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Hal ini sesuai dengan arahan dari hasil Zoom Meeting Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Rencana Pelaksanaan Tes Urine bagi Calon Pengantin.

Wahid, Rabu (18/12/2024) menjelaskan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tujuannya adalah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat, khususnya di kalangan calon pengantin. Tes urine dirancang sebagai langkah awal untuk memastikan generasi mendatang lahir dari keluarga yang sehat dan bebas narkoba,” ujarnya.

Meski wacana ini mendapat apresiasi, Wahid menyebutkan bahwa pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait biaya tes urine yang cukup tinggi, mencapai Rp300 ribu per orang.

“Hal ini berpotensi memberatkan masyarakat, terlebih bagi mereka yang menikah di KUA yang biayanya selama ini sudah digratiskan. Jika biaya tambahan diterapkan, ada kemungkinan calon pengantin memilih menikah di luar KUA,” jelasnya.

Wahid berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk menanggung biaya tes urine tersebut agar tidak membebani masyarakat.

“Selain itu, BNN juga diharapkan menyediakan alat tes yang lebih terjangkau namun tetap memenuhi standar,” tambahnya.

Menurut Wahid, sosialisasi bahaya narkoba ini sangat penting, terutama mengingat peredaran narkoba yang terus meningkat, bahkan menyasar pasangan suami istri.

“Narkoba sangat merusak generasi muda. Sosialisasi ini adalah langkah awal untuk membangun kesadaran dan mencegah penyebaran lebih luas,”imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa tes urine belum menjadi persyaratan wajib untuk menikah. Sosialisasi dan edukasi akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya langkah ini.

“Kami ingin masyarakat paham bahwa ini bukan sekadar aturan tambahan, tetapi upaya melindungi generasi mendatang dari ancaman narkoba,”jelasnya.

Dalam jangka panjang, dirinya berharap pelaksanaan tes urine bagi calon pengantin dapat diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan dengan subsidi pemerintah. Hal ini akan memastikan tes tersebut dapat diakses secara luas tanpa membebani masyarakat.

“Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BNN, dan tokoh masyarakat,”urainya.

Wahid menegaskan bahwa upaya ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

“Kami harap masyarakat dapat menerima langkah ini sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Untuk saat ini, program ini masih dalam tahap sosialisasi, tetapi ke depannya kami optimistis dapat direalisasikan secara bertahap,”tambahnya.

Terakhir Wahid mengapresiasi langkah BNN Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan arahan dan rekomendasi terkait teknis pelaksanaan tes urine, termasuk pemenuhan standar parameter pengujian yang mencakup tujuh jenis narkotika.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memberantas narkoba sekaligus memperkuat institusi keluarga sebagai pilar utama pembangunan masyarakat,”imbuhnya.(ADV/RJ)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RAPAT Lintas Sektor Siaga Karhutla dan Kekeringan Digelar Pemkab Balangan
DIGELAR Pemkab Balangan Apel Kesiapsiagaan Karhutla
DIEDUKASI GOW Balangan Pelajar SMPN 2 Awayan
RESMi Dilepas Kwarran Halong Ikuti Jamnas 2026 di Cibubur
LEGALITAS Usaha UMKM Balangan Didampingi Disnaker
LATIHAN Intensif Paskibraka Kecamatan Halong Balangan
DISALURKAN Pemkab Balangan Bantuan Pendidikan kepada Ribuan Santri
DAPAT Pembekalan Rescue Pokdarwis Balangan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

ASIAN GAMES 2026: Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Perorangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca