SuarIndonesia – Memasuki minggu kedua masa transisi pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan, berbagai kemajuan perbaikan mulai terlihat.
Salah satu fokus utama dalam masa transisi ini adalah perbaikan rumah warga yang terdampak banjir.
Upaya perbaikan dilakukan secara bertahap di sejumlah desa terdampak sesuai hasil pendataan dan tingkat kerusakan bangunan.
Proses ini menjadi bagian dari langkah pemulihan agar warga dapat kembali memenuhi rumah secara layak dan aman.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan, Sairil Fajeri, Rabu (21/1/2026) mengatakan hingga saat ini dua desa telah menerima bantuan perbaikan rumah. Tercatat belasan rumah warga terdampak telah diperbaiki.
“Sampai pada minggu kedua ini telah di garap perbaikan rumah warga, yaitu di Desa Sungsum dan Desa Juuh sementara,” ujarnya.
Menurut data Desa Sungsum ada enam rumah dan di Desa Juuh ada tujuh rumah, total 13 rumah.
Ia menambahkan, kemajuan perbaikan di masing-masing rumah masih bervariasi.
Sebagian rumah telah rampung diperbaiki, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan pengiriman material.
“Untuk di Desa Sungsum ada tiga unit rumah yang sudah 100 persen dan sisanya masih 75 persen, sedangkan di Desa Juuh dari tujuh rumah itu, ada tiga rumah yang sudah 100 persen, sementara sisanya masih berupa pengiriman material.” ujarnya lagi.
Perbaikan rumah warga terdampak menjadi salah satu prioritas dalam masa transisi pemulihan pascabanjir.
Upaya ini dilakukan bersama Dinas PUPRPERKIM Balangan yang sebelumnya telah melakukan pendataan serta perhitungan tingkat kerusakan rumah warga.
Berdasarkan data BPBD Balangan, sebanyak 48 rumah dengan kategori kerusakan berat ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan.
Sejak awal masa transisi, perbaikan rumah warga terdampak telah dilaksanakan secara bertahap.(ADV/MH)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















