KARHUTLA KOTIM: Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 15 September

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Satgas Karhutla Kotim saat berjuang memadamkan kebakaran lahan belum lama ini. (Foto: HO-BPBD Kotim)

Personel Satgas Karhutla Kotim saat berjuang memadamkan kebakaran lahan belum lama ini. (Foto: HO-BPBD Kotim)

SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 20 hari, yakni hingga 15 September 2026 karena mempertimbangkan kondisi lapangan dan kondisi cuaca.

“Kami menyepakati untuk status tanggap darurat yang berakhir 26 Agustus itu diperpanjang, sembari kita mengevaluasi keadaan nanti,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan laporan Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim, kata dia, jumlah kejadian karhutla di wilayah setempat masih terus bertambah.

Disamping itu laporan BMKG menyebutkan suhu panas masih tinggi dan kondisi cuaca diperkirakan berpotensi mendukung terjadinya karhutla hingga pertengahan September.

“Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” tutur Halikinnor dilansir dari Antara.

Sementara itu Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel mengatakan perpanjangan status tanggap darurat berlaku mulai 27 Agustus hingga 15 September 2026.

“Perpanjangan status tanggap berlaku dari 27 Agustus sampai 15 September, jadi 20 hari. Tetapi itu nantinya akan kami evaluasi kembali, apakah perlu diperpanjang lagi atau tidak,” ucap Rihel.

Ia menerangkan evaluasi tersebut melihat perkembangan karhutla dan kondisi cuaca. Hal itu penting karena berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau di Kotim masih berlangsung hingga September.

Berdasarkan data BPBD Kotim hingga 23 Agustus 2026, tercatat 451 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.460 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kecamatan Seranau menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar yakni lebih dari 703 hektare. Sementara jumlah kejadian terbanyak tercatat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 202 kejadian.

Ancaman karhutla juga terlihat dari tingginya akumulasi titik panas. Sejak Januari hingga 23 Agustus 2026 tercatat 7.893 titik panas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kotim.

Rihel mengatakan jumlah titik panas tersebut sudah mulai mendekati kondisi tahun 2019 yang tercatat sekitar 10.000 titik panas. Padahal tahun tersebut tercatat sebagai salah tahun dengan kondisi karhutla paling parah di Kotim.

428,46 hektare lahan di Palangka Raya terbakar 
Sementara itu, BPBD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat 428,46 hektare lahan yang tersebar di empat kecamatan setempat terbakar selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Muhammad Heri Pauzi di Palangka Raya, Selasa (25/8/2026), mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan, dengan kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya.

Baca Juga :   BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

“Selama periode 1 Juni sampai 24 Agustus 2026 kami mencatat terjadi 336 karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dengan total luas lahan terbakar mencapai 428,46 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau,” katanya.

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak yakni 229 kejadian, disusul Kecamatan Sebangau 72 kejadian, Pahandut 25 kejadian dan Bukit Batu delapan kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian.

Heri mengatakan setiap laporan kebakaran yang diterima segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi kejadian untuk mencegah api meluas.

“Penanganan kami lakukan secepat mungkin, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi terbakar lebih besar dan sulit dipadamkan,” ujarnya.

Buka rumah oksigen bagi warga terdampak karhutla
Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah membuka rumah oksigen dan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Karang Taruna Kalteng Candra Ardinata di Palangka Raya, Selasa (25/8/2026), mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak karhutla.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat dengan mendirikan tenda dan rumah oksigen. Ini menjadi wujud nyata kepedulian sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” katanya.

Kartar mendirikan dua tenda besar di Kelurahan Petuk Katimpun Kota Palangka Raya dan Desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau.

Selain menjadi tempat pelayanan kesehatan, tenda tersebut dilengkapi rumah oksigen yang diperuntukkan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap, terutama masyarakat dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Candra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Karang Taruna dalam membantu masyarakat terdampak karhutla. Pengurus Karang Taruna tingkat nasional juga turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami berharap kehadiran rumah oksigen ini dapat menjadi pertolongan awal bagi warga yang terdampak kabut asap,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla
PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa
KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”
CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas
SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:34

MENHUT: Penegakan Hukum Terkait Karhutla tak Pandang Bulu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:01

KARHUTLA: Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:10

DISEBUTKAN Penyebab Karhutla di Kalsel karena Aktivitas Manusia

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:03

DITINDAK TEGAS Kementerian LH Puluhan Perusahaan Pembakar Hutan

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:11

PRIA MABUK Aniaya Perempuan dengan Botol

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:19

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:57

314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla

Berita Terbaru

Satgas Darat memadamkan bara api di lahan gambut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

INTENSIFKAN Patroli Cegah Karhutla Kalsel Meluas

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:20

Petugas BPBD dan Damkar HST saat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-BPBD dan Damkar HST)

Kalsel

BMKG: 473 Hotspot Terdeteksi

Selasa, 25 Agu 2026 - 22:00

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca