SuarIndonesia — Tim gabungan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terkendala memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat titik lokasi pada wilayah empat kecamatan karena lokasi kebakaran di tengah hutan dan keterbatasan sumber air..
“Petugas masih menghadapi kendala dalam melakukan pemadaman, karena lokasi kebakaran berada di tengah hutan. Selain medan yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air juga menjadi hambatan bagi petugas,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Pangeran S Pandingan di Kuala Kapuas, Senin (17/8/2026).
Lokasi yang kini masih dilakukan pemadaman tim gabungan terdiri BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) antara lain berada di Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup, yang lokasinya berada di sekitar SMA Dadahup dan permukiman warga. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai enam hektare.
Karhutla juga terjadi di Desa Talekung Punei, Kecamatan Kapuas Murung, dengan lokasi kebakaran berada di pinggir jalan. Api membakar area sepanjang sekitar 150 meter dan telah berhasil dipadamkan petugas.
Sementara di Desa C5 Basuta Raya, Kecamatan Kapuas Barat, kebakaran terjadi di area perkebunan warga. Luasan lahan yang terbakar masih belum diketahui karena api belum sepenuhnya padam dan petugas mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Adapun di Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare. Dari luasan tersebut, petugas telah berhasil memadamkan sekitar 0,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung.
Pangeran menjelaskan, proses pemadaman di Desa Katunjung juga terkendala akses menuju lokasi. Petugas tidak dapat menggunakan jalur darat dan hanya bisa mencapai lokasi menggunakan perahu ces.
“Petugas harus menunggu air sungai pasang agar perahu dapat melintas. Selain itu, medan menuju lokasi juga cukup sulit,” ujar Pangeran, dilansir dari Antara.
Petugas hingga kini terus melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sekaligus memantau titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















