Jurus ‘Pantun’ Jokowi Demi Raih Suara

- Penulis

Sabtu, 6 April 2019 - 20:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi saat kampanye di Asahan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Suarindonesia – Calon Presiden Jokowi mengeluarkan jurus ‘pantun’ demi meraih suara pilpres 2019 di pulau Sumatera. Jokowi selalu berpantun saat kampanye terbuka di beberapa wilayah di Sumatera.

Pantun terbaru, ia bacakan saat kampanye terbuka di Gedung Serba Guna Kisaran di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (6/4).

“Tajam mata pedang diasah. Diasah tekun penuh harapan. Ini bukan datang biasa. Datang ke sini karena cinta Asahan,” kata Jokowi.

Sebait pantun itu kemudian mengundang riuh rendah dari ribuan masyarakat Asahan yang datang ke kampanye terbuka Jokowi. Mayoritas peserta kampanye langsung mengelu-elukan nama Jokowi seraya mendoakan kemenangannya pada Pilpres 2019 nanti.

“Mantap, Pak Jokowi. Jokowi, Jokowi, Jokowi dua periode,” teriak peserta kampanye.

Pantun tersebut tak hanya dibacakan Jokowi saat kampanye terbuka di tempat itu saja. Ketika mengunjungi Kabupaten Deli Serdang di Sumut pada Jumat (5/4) malam misalnya, ia juga berpantun. Ia meminta dukungan kemenangan di pilpres 2019 dari masyarakat setempat dengan sebait pantun.

“Saya mau memulainya dengan sebuah pantun. Seuntai kapas menjadi benang. Benang ditenun menjadi kain. Kami datang ke Deli Serdang. Doakan menang Jokowi-Amin,” tuturnya.

Baca Juga :   ARGUMENTASI Diutarakan H Fani - Habib Taufan Sektor Pertanian di Debat Perdana jadi Perhatian

Beberapa hari sebelumnya pun begitu ketika menyambangi Kota Palembang di Sumatra Selatan dan Kota Dumai di Riau, Jokowi juga berpantun. Kedua kota itu memiliki darah Melayu yang kental, sehingga otomatis akrab pula dengan pantun.

Sebelum memulai pidato kampanyenya, mantan gubernur DKI Jakarta itu membesarkan hati masyarakat kedua kota tersebut dengan berpantun.

“Ikan tawar, ikan cakalang. Dimasak hangat bermacam rasa. Apa kabar kota Palembang? Uwong kito galo luar biasa,” tuturnya di Palembang.

“Bukan pedang sembarang pedang. Pedang dibawa dari Sukaramai. Bukan datang sembarang datang. Datang ku karena cinta kepada orang Dumai,” ujarnya di Dumai.

Sebagai informasi, pantun memang merupakan budaya warisan masyarakat Suku Melayu di Sumatra khususnya yang menjadi penghuni kabupaten di pesisir utara Sumut.

Tak hanya di Sumut, pantun sejatinya menjadi budaya warisan bagi mayoritas masyarakat di Pulau Sumatra.

Jokowi pada Pilpres 2014 lalu berhasil menang di enam dari sepuluh propinsi di Sumatra. Meskipun demikian, perolehan suara mereka hanya 12.942.841, kalah 228.996 suara dengan Prabowo Subianto-Hatta yang berhasil mendapatkan 13.171.837.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
BURONAN Penipu Bisnis Batu Bara Senilai 7 Miliar Ditangkap, Diserahkan ke Kejari Banjarmasin
PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka
KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan
KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:45

DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:56

TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:49

WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:51

KASUS RITA WIDYASARI: KPK Periksa Bupati PPU dan 22 Saksi Lainnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca