JPO Depan Masjid Noor Dibatalkan, TigaTitik di Jl A Yani Berlanjut

JPO Depan Masjid Noor Dibatalkan, TigaTitik di Jl A Yani Berlanjut

Suarindonesia – Pro dan Kontra satu titik pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dibatalkan oleh Pemko Banjarmasin yaitu di Jalan Pangeran Samudera depan Mesjid Noor atau depan Lima Cahaya Dept Store menuai kontroversi dari masyarakat.

Pasalnya, dipertanyakan mengapa yang dibatalkan di Depan Masjid Noor saja. Sementara di sepanjangJalan A Yani Banjarmasin justru ngotot tetap akan dibangun di tiga titik. Padahal depan Masjid Noor merupakan kawasan padat penyeberangan justru malah ditangguhkan.

Menangapi pro dan kontra tersebut, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina yang dikonfirmasi menyebutkan alasan untuk dibatalkan pembangunan JPO di depan Masjid Noor karena tidak mendapat rekomendasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

Berbeda dengan rencana pembangunan Baleho di sepanjang Jl A Yani Banjarmasin. Tetap akan dilanjutkan kerena memang sesuai kebutuhan dan penting dalam memberikan kenyaman dalam penyebarangan, mengingat jalan di sana sangat padat dan lalulintasnya cepat.

Sementara Kepala Sub Bagian Humas Protokol Pemko Banjarmasin, Ashadi Hilmawan menambahkan pembatalan pembangunan JPO di depan Masjid Noor tersebut karena memang tak mendapatkan dukungan dari Balai Besar dan dinilai akan mubazir.

“Memang benar padat pejalan kaki di sana karena lebih dekat berjalan kaki di kawasan itu baik ke masjid atau menyeberang ke toko, tetapi di sana tidak ada pembatas jalan di tengah jadi enak saja nyeberang di sana. Kalau pun misalnya dibangun jadi mubazir kan mudah saja nyeberang di sana,” ungkapnya.

Kemudian Ashadi memaparkan kewaspadaan pemko terhadap penyalahgunaan JPO. Berkaca pada JPO yang sudah ada di depan Mitra Plaza disalahgunakan menjadi tempat tidur tempo lalu.

Selain itu Ashadi menyampaikan kewaspadaan yang lainnya apabila dibangun JPO dikhawatirkan terjadi tindak kekerasan kriminalitas kepada pejalan kaki yang hendak menyeberang saat malam hari karena kondisi dan situasi yang sunyi di dalam JPO.

“Dan juga pada malam hari kita khawatir rawan disalahgunakan, selain buat tidur kan yang lainnya juga bisa terjadi kejahatan mungkin. Tapi kita berharap dibalik batalnya pembangunan di sana nanti bisa diganti dengan pelican cross,” katanya.

Walikota H Ibnu Sina juga menjelaskan berbeda dengan pembangunan JPO di kawasan Jalan A Yani Banjarmasin. “Kalau lokasi di Jalan A Yani sangat dibutuhkan dan ini permintaan saudara kita yang kuliah di Kampus UIN Banjarmasin,” katanya.

Jadi rencana pembangunan JPO di sepanjang Jalan A Yani Banjarmasin tetap dibangun di depan UIN, di Km 6, kemudian di depan Duta Mall. “Pembangunan dilakukan berdasarkan kajian sehingga keputusan ini juga sudah dipersiapkan,’’ ucap Ibnu.

Apakah JPO yang akan dibangun nasibnya tak sama dengan depan Mitra Plaza? Petinggi Pemko memastikan tak sama. Karena semua dokumen dan pemilik atau pihak swasta yang akan membangun diminta kesanggupan untuk membongkar jika pemerintah membutuhkan, sehingga berbeda dengan depan Mitra Plaza.(SU)

 246 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: