JIKA TUNTUTAN Diabaikan Presiden Prabowo, Ancam Gelar Demo Lanjutan!

- Penulis

Selasa, 18 Februari 2025 - 00:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi Indonesia Gelap mengancam akan menggelar demo lanjutan jika pemerintah tidak menindaklanjuti 13 tuntutan yang disampaikan. (Foto: CNNIndonesia/Adi M Ibrahim)

Massa aksi Indonesia Gelap mengancam akan menggelar demo lanjutan jika pemerintah tidak menindaklanjuti 13 tuntutan yang disampaikan. (Foto: CNNIndonesia/Adi M Ibrahim)

SuarIndonesia — Massa aksi yang tergabung dalam demonstrasi “Indonesia Gelap” mengancam akan menggelar demonstrasi lanjutan jika pemerintah tidak menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.

Jenderal Lapangan Aksi Bagas Wisnu mendesak Presiden Prabowo Subianto dan jajaran segera merespons sejumlah tuntutan yang dilayangkan koalisi sipil.

“Jika tidak, maka aksi serupa akan terus berlanjut di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tertanda Koalisi Masyarakat Sipil,” kata Bagas saat membacakan pernyataan sikap di Patung Kuda, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Bagas menjelaskan ada 13 tuntutan yang disampaikan massa aksi pada demonstrasi kali ini. Pertama, koalisi mendesak pemerintah mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis.

Kedua, mendesak pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati. Ketiga, menolak revisi UU Minerba. Keempat, mendesak pemerintah menghentikan keterlibatan militer dalam ranah sipil.

“Kelima, sahkan rancangan Undang-undang Masyarakat Adat,” ujar dia.

“Keenam, cabut Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 yang mana instruksi presiden ini dinilai sebagai ancaman terhadap bagian-bagian kepentingan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan,” sambungnya.

Lebih lanjut, massa aksi juga menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka turut mendesak pemerintah memberikan tunjangan kinerja kepada dosen yang belum menerima hak-hak mereka.

“Kesembilan, mendesak Prabowo Subianto untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang perampasan aset,” ujar dia.

Lalu, mereka turut menolak upaya revisi UU TNI, Polri hingga kejaksaan yang sempat bergulir di DPR.

“Kesebelas, efisiensi dan rombak Kabinet Merah Putih. Keduabelas, tolak revisi peraturan Dewan perwakilan Rakyat tentang tata tertib yang mana revisi tatib ini,” imbuhnya.

Terakhir, massa aksi menuntut reformasi kepolisian juga dilakukan secara tuntas oleh pemerintah.

Adapun sebelumnya, Koordinator BEN SI Herianto menyebut aksi ini akan terus bergulir hingga Rabu (19/2/2025) mendatang. Ia yakin massa demonstran akan semakin banyak pada hari terakhir aksi.

Mulai Bubar dari Patung Kuda
Sementara itu, seperti dilansir dari CNNIndonesia, sejumlah demonstran mahasiswa yang tergabung dalam aksi ‘Indonesia Gelap’ mulai membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat sekitar pukul 20.20 WIB pada Senin (17/2/2025) malam.

Sebelumnya, hampir pukul 20.00 WIB, sekitar ratusan demonstran masih bertahan. Sementara itu mayoritas massa yang sempat ikut aksi itu sejak siang tadi terpantau telah meninggalkan lokasi demonstrasi.

Baca Juga :   POLRESTA BANJARMASIN Raih Predikat Pelayanan Publik Prima dari Kapolri

Sementara itu, di arah barisan polisi, terdengar aparat melalui pengeras suara mengimbau agar massa untuk meninggalkan lokasi secara perlahan. Polisi juga meminta massa yang masih bertahan di patung dua tak melakukan provokasi, dan membongkar barikade beton serta kawat duri yang terpasang.

“Kami memberikan toleransi waktu kepda teman-teman untuk membubarkan diri secara tertib,” ujar salah satu polisi dari rantis yang berjaga.

Berdasarkan pantauan, memang terdapat sejumlah demonstran yang berusaha membongkar kawat berduri yang telah dipasang kepolisian.

Selain itu, terdapat pula sejumlah demonstran yang melemparkan kembang api hingga petasan ke arah aparat kepolisian yang berada dibalik barikade beton.

Sebelumnya, salah satu koordinator aksi telah mempersilakan agar para demonstran untuk meninggalkan lokasi.

Namun, dia juga mempersilakan bila ada massa yang masih hendak bertahan di lokasi.

“Kawan-kawan, sesuai kesepakatan forum tadi teman-teman dipersilakan kembali ke basis atau organ masing masing,” kata salah satu koordinator aksi tersebut.

Hampir pukul 20.30 terlihat massa mulai bubar, meski masih ada yang bertahan di area patung kuda.

Lautan mahasiswa demonstran Indonesia Gelap itu tertahan di Patung Kuda. Mereka tak bisa mendekat untuk berdemonstrasi di seberang istana karena ditahan barikade beton dan kawat berduri yang sebelumnya telah dipasang pihak kepolisian.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi bukan hanya dari kampus Jakarta dan sekitarnya, karena ada pula dari daerah lain. Salah satu yang terpantau massa aksi beralmamater Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sejumlah kelompok mahasiswa, termasuk yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar maraton aksi mulai Senin (17/2) ini hingga Rabu (19/2) di sejumlah daerah Indonesia secara serentak. Tema demonstrasi yang diusung yakni ‘Indonesia Gelap’.

Selain di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di Bandung, Surabaya, Makassar, hingga Denpasar pada hari ini. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan
PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan
KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus
BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif
8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Senin, 28 September 2026 - 21:06

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Berita Terbaru

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca