JENAZAH yang Meninggal Pasca Ditangkap Polisi, Lima Jam Diautopsi

JENAZAH yang Meninggal Pasca Ditangkap Polisi, Lima Jam Diautopsi

SuarIndonesia – –Atas pemintaan dan laporan pihak keluarga, jenazah S (60) dilakukan autopsi.

Lima jam lebih proses autopsi terhadap jenazah oleh personel Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Kalsel dan tenaga kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin.

Ini dilaksanakan di Fasilitas Pemularasan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, Rabu (15/6/2022).

Dibawa menggunakan unit ambulan MG Elang, jenazah S yang diketahui meninggal dunia pasca ditangkap karena kasus dugaan narkoba di Kabupaten Banjar kurang lebih enam bulan lalu, tiba di RSUD Ulin.

Sejumlah keluarga dan kerabat almarhum juga ikut mendampingi dan mengantarkan jenazah S saat dilakukan autopsi.

Sekitar pukul 14.00 WITA, autopsi selesai dilaksanakan dan jenazah dikafani untuk dikembalikan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i membenarkan bahwa autopsi itu merupakan salah satu tahapan dalam proses tindaklanjut atas laporan dari keluarga almarhum S ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel sebelumnya.”Betul di autopsi dan berproses,” kata Kabid Humas.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Hendri Budiman melalui Kasubdit III Jatanras, AKBP Andy Rahmansyah menambahkan, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian almarhum S.

Diketahui sebelumnya, almarhum S dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (30/12/2021) setelah sehari sebelumnya diamankan Polisi terkait dugaan kejahatan narkoba di Kabupaten Banjar.

Dimana pihak keluarga dan kerabat almarhum S menduga telah terjadi kesalahan atau kelalaian prosedur dalam proses penindakan yang dilakukan Polisi sehingga menyebabkan almarhum S meninggal dunia.

Ditemui pasca proses autopsi, adik almarhum S, Masrawi mengaku bersyukur autopsi telah dilaksanakan sebagai bentuk tindaklanjut serius Polda Kalsel atas laporan yang telah mereka layangkan sebelumnya.

“Kami berharap melalui autopsi bisa diketahui yang sebenarnya penyebab kematian dan proses hukum bisa dilaksanakan dengan sebenar dan seadil-adilnya sesuai ketentuan yang berlaku di negara ini,” ujar Masrawi.

Namu dari informasi, untuk hasil autopsi diperkirakan paling lama selesai setelah dua pekan. (ZI)

 76 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!