Suarindonesia – Proyek renovasi Jembatan Alalak di Kayutangi perbatasan Banjarmasin dan Kabupaten Batola yang akan segera dikerjakan, mulai 25 Februari 2019. Jembatan yang menghubungkan dua daerah itu akan ditutup dan dibuka kembali 18 Maret tahun 2021.
Pada papan informasi yang didapat oleh yang diumumkan bahwa penutupan lalu lintas d iatas jembatan tersebut akan dihentikan selama tiga tahun berjalan hingga 18 Maret 2021, sehingga penutupan kurang lebih dua tahun.
Imbas dari penutupan Jembatan Alalak tersebut salah satu alternatifnya adalah dengan mengalihkan arus lalu lintas yang menghubungkan kabupaten dan ota melalui Jembatan di Jalan Cemara Ujung yang langsung menghubungkan ke Handil Bakti Kabupaten Batola.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Drs H Ichwan Noor khalik yng dikonfirmasi wartawan membenarkan dan menyampaikan satu satunya alternatif lain bagi pengguna jalan yang ingin ke Banjarmasin dari Batola atau sebaliknya adalah melalui jembatan yang berada di Jalan Cemara Raya.
“Itu saja satu-satunya alternatif, tidak ada yang lain lagi. Kalau soal macet ya pasti berpotensi macet lah. Yang biasanya dua jembatan berfungsi masih bisa macet, apalagi ke depannya cuma satu itu aja karena Jembatan Alalak direnovasi,” kata Ichwan kepada wartawan, melalui telepon genggamnya, Kamis (9/1) sore.
Ichwan mengatakan tidak akan ada rekayasa jalan untuk menghindari kemacetan karena yang akan terjadi macet merupakan salah satu konsekuensi dari pembangunan jalan dan jembatan.
“Mungkin saja terjadi kemacetan dan itu sudah konsekuensi dampak pembangunan jalan dan jembatan,” ujarnya secara singkat.
Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Ir H Joko Pitoyo membenarkan jika proyek Jembatan Alalak sudah mulai dikerjakan. Menurutnya pembangunan Jembatan Alalak jika dilihat berdasar desain sudah bisa dipastikan akan memakan waktu lama.
“Kita harap bisa cepat selesai ini, semoga nantinya setelah Jembatan Alalak ini jadi, akan lebih memudahkan warga Banjarmasin khususnya dan masyarakat Kalsel umumnya menikmati Jembatan yang mewah ini,” katanya.
Proyek pembangunan Jembatan Alalak dikerjakan dengan multiyears dimenangkan PT Wika dengan nilai kontrak Rp274,561 miliar dengan model cable stayed yang akan selesai ditarget pada tahun 2020.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















